Menghadapi
tantangan zaman yang kian dinamis, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (PC IMM) Kulon Progo melaksanakan program kerja utama yaitu Pelatihan
Instruktur Dasar (PID). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis
hingga Ahad (15-18 Januari 2026), bertempat di Kampus VI Universitas Ahmad
Dahlan (UAD) Wates. Tema yang di ambil tahun ini “Rekonstruksi Paradigma
Instruktur dalam Merawat Perkaderan IMM”, bertujuan mencetak instruktur
yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi memiliki kedalaman ideologi dan
kemampuan beradaptasi pada perkembangan zaman.
Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo, Drs. H. Subintomo. Dalam prosesi pembukaan tersebut, turut hadir Ketua PC IMM Kulon Progo, Immawan Adam Kaneka Putra, serta Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kader, Immawan Daryanto. Agenda ini juga dihadiri perwakilan Ortom di Kulon Progo yakni Hizbul Wathan dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kulon Progo.
Dalam sambutannya, Immawan Daryanto
menekankan pentingnya peran instruktur sebagai garda terdepan pembentuk
karakter kader. Ia mengaitkan esensi PID tahun ini dengan spirit Al-Qur'an.
"Instruktur IMM harus mampu
beradaptasi. Melalui tema rekonstruksi paradigma ini, kami ingin melahirkan
instruktur yang mampu mengawal perkaderan sesuai tingkatannya. Ini adalah
aktualisasi dari nilai Surat An-Nisa ayat 9, yaitu perintah untuk menyiapkan
generasi penerus yang kuat dan berkualitas, serta peringatan keras agar kita
tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah," tegas Daryanto.
Sebanyak
11 peserta internal PC IMM Kulon Progo dan 1 orang peserta dari PC IMM BSKM terpilih untuk mengikuti pelatihan
intensif ini. Selama empat hari, mereka digembleng dengan muatan materi yang
komprehensif. Muatan materi meliputi Sistem
Perkaderan Rasulullah dan Muhammadiyah, Sistem Perkaderan Ikatan, Keinstrukturan, Psikologi Perkembangan Mahasiswa, Manajemen Kelas, Pengarusutamaan Gender dan Sistem
Monitoring dan Evaluasi.
Kegiatan diselenggarakan secara offline oleh Bidang Kader ini diproyeksikan
menjadi regenerasi instruktur di lingkungan Kulon Progo. Dengan lahirnya 12
calon instruktur baru, PC IMM Kulon Progo optimis kualitas pengkaderan di
tingkat Komisariat akan semakin maju, solid, dan relevan dengan kebutuhan
mahasiswa saat ini. PID kali ini menerapkan pendekatan andragogi (pembelajaran
orang dewasa). Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion
(FGD), diskusi kelompok terpimpin.
Melalui pelatihan ini, IMM Kulon Progo kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab besar dalam mencetak kader yang tidak hanya beriman dan berilmu, namun nyata dalam beramal bagi umat dan bangsa. Ini menjadi bukti nyata perlu adanya penerus kader dalam setiap kepemimpinan.

