Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semangat Dakwah dari Lereng Menoreh: SD Muhammadiyah Purwosari Sambut Ramadan 1447 H

Senin, 16 Februari 2026 | 15.55 WIB Last Updated 2026-02-16T08:55:00Z


Di tengah hamparan perbukitan Pegunungan Menoreh yang asri dan relatif terpencil, SD Muhammadiyah Purwosari kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pendidikan dan dakwah masyarakat. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekolah yang berada di wilayah Purwosari ini menggelar pengajian menyambut Ramadan 1447 H dengan mengangkat tema “Menyatukan Generasi, Meneguhkan Iman, Menata Jiwa dalam Keberkahan Ramadan.” Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis tidak menyurutkan semangat sekolah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

Sejak siang hari, halaman sekolah dipadati siswa, wali murid, dan tokoh masyarakat setempat. Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta artinya oleh ananda Bima dan Aira, yang tampil penuh percaya diri. Ketua panitia, H. Ngadiran, S.P, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah di kawasan pegunungan bukan berarti tertinggal dalam pembinaan karakter. “Kami berada di wilayah Menoreh yang cukup jauh dari pusat kota, namun komitmen kami tidak pernah jauh dari cita-cita mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar tersebut,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Lurah Purwosari, Hj. Sri Murtini, A.Md, yang menilai SD Muhammadiyah Purwosari mampu menjadi penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan sekolah di wilayah perbukitan justru menjadi kekuatan tersendiri karena mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan sentuhan pendidikan dan dakwah. “Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat Menoreh,” tuturnya.



Kegiatan semakin hidup dengan penampilan pentas seni berupa Tari “Marhaban Ya Ramadan” serta hafalan doa, hadits, dan surat-surat pendek oleh para siswa. Penampilan tersebut menggambarkan hasil pembinaan rutin yang dilakukan sekolah, meski berada di daerah yang aksesnya tidak semudah wilayah perkotaan. Orang tua siswa tampak antusias dan bangga menyaksikan putra-putri mereka tampil. Salah seorang wali murid menyampaikan, “Kami bersyukur meskipun sekolah ini berada di pegunungan, anak-anak tetap mendapatkan pendidikan agama dan pembinaan yang baik. Justru suasana yang tenang membuat mereka lebih fokus belajar.”

Pengajian inti disampaikan oleh Ustadz H. Alip Mulyono, S.Pd., M.S.I yang mengajak jamaah menyambut Ramadan dengan lima kesadaran: kesadaran pikiran, ruh, hati, nafsu diri, dan fisik. Ia juga mendorong para orang tua untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan agama yang terarah, termasuk melalui lembaga seperti PP Al-Manar Muhammadiyah Pengasih. Acara ditutup dengan pembagian seragam dan alat tulis bagi calon murid tahun ajaran 2026/2027, sebagai wujud kepedulian sekolah terhadap keberlanjutan pendidikan. Dari lereng Menoreh, SD Muhammadiyah Purwosari menegaskan bahwa semangat mencerdaskan dan mencerahkan tidak mengenal batas geografis. (Edwin Daru Anggara)