KULON PROGO — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo mengeluarkan seruan resmi kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk melaksanakan salat gaib sebagai bentuk penghormatan dan doa atas wafatnya Praka Farizal Romadhon, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Seruan tersebut disampaikan dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh elemen Muhammadiyah, termasuk sekolah-sekolah di bawah naungannya. Selain melaksanakan salat gaib, masyarakat juga diajak untuk mendoakan almarhum serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Wakil Ketua PDM Kulon Progo, Subintomo, menyampaikan bahwa gugurnya Praka Farizal merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan institusi, tetapi juga bagi bangsa. Ia menegaskan bahwa pengabdian almarhum sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah wujud dedikasi dan keberanian yang patut dihargai.
“Dari almarhum, kita belajar tentang keteguhan, keikhlasan, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.
PDM Kulon Progo juga melakukan takziah langsung ke rumah duka di wilayah Kapanewon Lendah. Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan kepada keluarga almarhum.
Selain itu, PDM Kulon Progo berencana berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengupayakan bantuan pendidikan bagi anak almarhum maupun bentuk dukungan lainnya.
Diketahui, Praka Farizal Romadhon gugur pada Minggu malam (29/3) sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon atau 01.40 WIB. Ia meninggal dunia akibat serangan artileri yang terjadi saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian PBB di wilayah tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus menguatkan solidaritas masyarakat untuk memberikan penghormatan terbaik bagi para pahlawan bangsa.

