Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Serunya Pelantikan PRPM & PRNA Ngentakrejo: Dikemas Santai Lewat Kajian "Ngopi Bareng"

Minggu, 26 April 2026 | 07.06 WIB Last Updated 2026-04-28T00:19:19Z

     Pelantikan kepengurusan baru sekaligus penguatan nilai keislaman bagi generasi muda menjadi semangat utama dalam kegiatan Pelantikan dan Kajian Ngopi Bareng yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) dan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Ngentakrejo. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Masjid Nurul Huda, Mirisewu, Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo pada hari Sabtu, 25 April 2026.

    Acara tersebut menjadi momentum penting dalam pengukuhan resmi kepengurusan PRPM dan PRNA Ngentakrejo periode 2026–2031. Prosesi pelantikan berlangsung dengan tertib, menandai dimulainya amanah baru bagi para kader muda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah untuk berkontribusi aktif dalam dakwah, pemberdayaan umat, serta pembangunan karakter generasi muda di tingkat ranting.

    Tidak hanya berfokus pada aspek struktural organisasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan Kajian Ngopi Bareng yang menghadirkan suasana santai namun sarat makna. Kajian tersebut diikuti oleh remaja masjid se-Kalurahan Ngentakrejo, menciptakan ruang silaturahmi sekaligus diskusi keagamaan yang inklusif dan membumi. Dengan konsep “ngopi bareng”, peserta diajak untuk lebih terbuka dalam berdialog dan menyerap nilai-nilai keislaman secara kontekstual.


        Hadir sebagai pemateri, Ustadz Rais Yudistira, Lc., menyampaikan kajian yang mengangkat tema tentang pentingnya ilmu agama dalam menerangi kehidupan dunia. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kehidupan yang terang dan terarah tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi juga oleh pemahaman dan pengamalan ilmu agama yang kuat. Menurutnya, ilmu agama menjadi kompas moral yang membimbing manusia dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan modern.

“Terangnya kehidupan dunia sangat bergantung pada sejauh mana kita memahami dan mengamalkan ilmu agama. Tanpa itu, manusia akan mudah kehilangan arah,” ungkapnya di hadapan para peserta kajian.

        Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni pelantikan semata, tetapi juga menjadi titik awal gerakan dakwah yang lebih progresif dan berkelanjutan di Ngentakrejo. Sinergi antara PRPM, PRNA, dan remaja masjid diharapkan mampu melahirkan program-program yang inovatif, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

        Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang terus diperkuat, PRPM dan PRNA Ngentakrejo periode 2026–2031 diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus menjadi pelopor dalam memakmurkan masjid dan membangun peradaban umat dari tingkat akar rumput. (zak)