Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wujudkan Dakwah Bil Hal, Tim Pengabdian UNISA Yogyakarta Gelar Pelatihan Digital Branding untuk UMKM Beringharjo

Rabu, 22 April 2026 | 20.39 WIB Last Updated 2026-04-24T07:43:46Z


YOGYAKARTA – Dalam upaya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet pedagang lokal, Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menyelenggarakan "Pelatihan Digital Branding UMKM" di Pasar Beringharjo pada Rabu, 15 April 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan edukasi yang bersifat gratis dan terbuka untuk umum ini ditujukan khusus untuk meningkatkan daya saing para pedagang di kawasan Beringharjo Timur. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai Keislaman, Kemuhammadiyahan, dan Ke'aisyiyahan dalam bentuk dakwah bil hal (dakwah melalui tindakan nyata) untuk memberdayakan ekonomi umat.

Tim pengabdian masyarakat yang terjun langsung dalam kegiatan ini merupakan kolaborasi dosen dari dua program studi. Dari Program Studi Teknologi Informasi (TI) diwakili oleh Arridho Ramadhan Firdaus, S.Kom., M.Cs., Tri Suwarno, S.Kom., M.Kom., dan Wildan Muhammad Ardana, S.Kom., M.Kom. Sementara itu, dari Program Studi Manajemen diwakili oleh Syafika Dhea Taqiya Ramadhani, S.M., M.Sc. dan dari Program Studi Akuntansi diwakili Ula Restu Rafifah, S.E., M.Sc.

Acara dipandu oleh Arridho Ramadhan Firdaus. Bertindak sebagai moderator, pria yang akrab disapa Pak Ridho tersebut menyoroti urgensi adaptasi pedagang di era modern. Ia menekankan pentingnya peningkatan daya saing UMKM di Pasar Beringharjo dengan pemanfaatan teknologi. Hal ini selaras dengan pesan utama pelatihan, di mana teknologi digital ditekankan bukan sebagai ancaman yang mematikan pasar tradisional, melainkan sarana untuk membawa kearifan pasar tradisional ke genggaman dunia digital. Dalam kacamata Kemuhammadiyahan, pemanfaatan teknologi ini dipandang sebagai bentuk tajdid (inovasi/pembaharuan) yang cerdas dalam ikhtiar menjemput rezeki yang halal.

Sesi materi utama kemudian dibawakan oleh Syafika Dhea Taqiya Ramadhani atau Bu Fika. Membawakan materi tentang identitas visual dan kekuatan cerita usaha (Brand Story), Bu Fika menjelaskan konsep branding dengan pendekatan yang sangat relevan. Ia memaparkan bahwa adanya keunikan dari branding produk akan memunculkan efek "pick me"—sebuah istilah bahasa Gen Z—dari konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Lebih dari sekadar taktik pemasaran, membangun brand yang berkarakter dan transparan juga merupakan wujud dari penerapan sifat Amanah (dapat dipercaya) dan Shidiq (jujur) dalam muamalah (berniaga), sebagaimana etika bisnis yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Pelatihan interaktif dan praktis ini membekali peserta dengan tiga materi krusial di antaranya Cara membuat logo toko secara mandiri; Teknik memotret produk yang menarik hanya menggunakan kamera smartphone; dan Optimasi media sosial sebagai "lapak digital" untuk menjemput pembeli dari luar daerah.

Sebagai puncak acara, kegiatan ditutup dengan sesi praktik pembuatan dan pengelolaan akun Instagram profesional. Sesi praktik yang membutuhkan ketelitian ini dipandu langsung secara intensif oleh tim dosen pendamping, di antaranya Tri Suwarno, Wildan Muhammad Ardana, dan Ula Restu Rafifah, berkolaborasi dengan para mahasiswa Prodi Manajemen dan Teknologi Informasi UNISA Yogyakarta.

Langkah pendampingan langsung kepada para pedagang—yang mayoritas digerakkan oleh kaum perempuan—ini sangat kental dengan spirit Ke'aisyiyahan dan teologi Al-Ma'un, yakni komitmen untuk mengangkat derajat ekonomi perempuan agar lebih mandiri dan berdaya tahan tinggi. Melalui pendampingan ini, diharapkan para pedagang Pasar Beringharjo tidak lagi sekadar menunggu pembeli secara fisik di kios, tetapi mampu secara proaktif menjemput rezeki yang barokah melalui etalase digital.