PENDOWOREJO, GIRIMULYO — Pimpinan
Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Girimulyo kembali menghadirkan ruang
pembelajaran yang sarat makna melalui kegiatan SINAU (Silaturahmi Nasyiatul
Aisyiyah untuk Ukhuwah) dengan tema Pelatihan Rukti Jenazah Putri Sesuai
Syariat Islam. Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Mei 2026, di
Pesantren Al Islah, Pendoworejo ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri
atas kader PCNA Girimulyo serta undangan dari perwakilan PRA Pendoworejo.
Kegiatan ini menjadi salah satu
bentuk ikhtiar Nasyiatul Aisyiyah dalam memperkuat kapasitas perempuan muda,
tidak hanya dalam aspek keorganisasian, tetapi juga dalam kesiapan menjalankan
peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat. Ketua panitia, Rizky Primastuti,
menyampaikan bahwa pelatihan rukti jenazah dipilih karena merupakan ilmu
praktis yang sangat dibutuhkan, namun belum banyak dipahami secara benar oleh
generasi muda perempuan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin
menghadirkan ruang belajar yang bermanfaat sekaligus mempererat ukhuwah
antaranggota. Harapannya, para kader memiliki kesiapan dan keberanian untuk
hadir membantu masyarakat ketika dibutuhkan, terutama dalam urusan fardu
kifayah seperti rukti jenazah,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh
Ibu Kasidah, S.Pd.I, Pembina PCNA Girimulyo sekaligus pengurus PCA Girimulyo.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kemampuan merawat jenazah merupakan
bagian penting dari pengamalan ajaran Islam yang perlu diwariskan kepada
perempuan-perempuan muda sebagai bekal pengabdian.
“Pengurusan jenazah bukan hanya
soal keterampilan teknis, tetapi juga bentuk penghormatan terakhir kepada
sesama muslimah. Ini adalah amanah yang mulia, sehingga perlu dipelajari dengan
sungguh-sungguh agar dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat,” tutur Ibu
Kasidah.
Pelatihan berlangsung interaktif
dengan perpaduan materi teori dan praktik langsung, sehingga peserta dapat
memahami setiap tahapan rukti jenazah putri secara lebih mendalam. Antusiasme
peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat belajar dan
kepedulian terhadap kebutuhan umat.
Salah satu peserta, Melani,
mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya,
pelatihan seperti ini sangat bermanfaat dan patut terus dilanjutkan.
“Program ini sangat bermanfaat
bagi kami. Tidak semua orang memiliki kesempatan belajar secara langsung
tentang rukti jenazah. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan
agar semakin banyak perempuan muda yang siap berkontribusi di masyarakat,”
katanya.
Hal serupa disampaikan Laras,
peserta dari Purwosari, yang merasa pelatihan ini menjadi bekal berharga untuk
diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Saya senang bisa mengikuti
pelatihan ini. Ilmunya sangat penting dan insyaallah bisa menjadi bekal untuk
membantu masyarakat ketika diperlukan,” ungkapnya.
Ketua PCNA Girimulyo, Zubaida
Rohmwati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen
organisasi dalam memberdayakan perempuan muda melalui dakwah yang membumi dan
relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“PCNA Girimulyo ingin terus
menjadi ruang tumbuh bagi perempuan muda untuk belajar, berdaya, dan
berkhidmat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap lahir kader-kader
perempuan yang tangguh, peduli, dan siap menjadi bagian dari gerakan dakwah
Aisyiyah yang memberi manfaat luas,” tuturnya.
Selain pelatihan rukti jenazah, kegiatan ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan PKU Muhammadiyah Nanggulan yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi cek golongan darah dan tensi, serta pemeriksaan asam urat, kolesterol, dan gula darah. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat pelayanan Aisyiyah yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

