Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SINAU PCNA Girimulyo: Menguatkan Ukhuwah, Membekali Perempuan dengan Ilmu Rukti Jenazah

Senin, 25 Mei 2026 | 15.38 WIB Last Updated 2026-06-08T08:38:37Z


PENDOWOREJO, GIRIMULYO — Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Girimulyo kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang sarat makna melalui kegiatan SINAU (Silaturahmi Nasyiatul Aisyiyah untuk Ukhuwah) dengan tema Pelatihan Rukti Jenazah Putri Sesuai Syariat Islam. Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Mei 2026, di Pesantren Al Islah, Pendoworejo ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas kader PCNA Girimulyo serta undangan dari perwakilan PRA Pendoworejo.


Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar Nasyiatul Aisyiyah dalam memperkuat kapasitas perempuan muda, tidak hanya dalam aspek keorganisasian, tetapi juga dalam kesiapan menjalankan peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat. Ketua panitia, Rizky Primastuti, menyampaikan bahwa pelatihan rukti jenazah dipilih karena merupakan ilmu praktis yang sangat dibutuhkan, namun belum banyak dipahami secara benar oleh generasi muda perempuan.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang bermanfaat sekaligus mempererat ukhuwah antaranggota. Harapannya, para kader memiliki kesiapan dan keberanian untuk hadir membantu masyarakat ketika dibutuhkan, terutama dalam urusan fardu kifayah seperti rukti jenazah,” ujarnya.


Materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Kasidah, S.Pd.I, Pembina PCNA Girimulyo sekaligus pengurus PCA Girimulyo. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kemampuan merawat jenazah merupakan bagian penting dari pengamalan ajaran Islam yang perlu diwariskan kepada perempuan-perempuan muda sebagai bekal pengabdian.


“Pengurusan jenazah bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslimah. Ini adalah amanah yang mulia, sehingga perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh agar dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat,” tutur Ibu Kasidah.


Pelatihan berlangsung interaktif dengan perpaduan materi teori dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan rukti jenazah putri secara lebih mendalam. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat belajar dan kepedulian terhadap kebutuhan umat.


Salah satu peserta, Melani, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat dan patut terus dilanjutkan.


“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Tidak semua orang memiliki kesempatan belajar secara langsung tentang rukti jenazah. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan agar semakin banyak perempuan muda yang siap berkontribusi di masyarakat,” katanya.


Hal serupa disampaikan Laras, peserta dari Purwosari, yang merasa pelatihan ini menjadi bekal berharga untuk diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya.


“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini. Ilmunya sangat penting dan insyaallah bisa menjadi bekal untuk membantu masyarakat ketika diperlukan,” ungkapnya.


Ketua PCNA Girimulyo, Zubaida Rohmwati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memberdayakan perempuan muda melalui dakwah yang membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.


“PCNA Girimulyo ingin terus menjadi ruang tumbuh bagi perempuan muda untuk belajar, berdaya, dan berkhidmat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap lahir kader-kader perempuan yang tangguh, peduli, dan siap menjadi bagian dari gerakan dakwah Aisyiyah yang memberi manfaat luas,” tuturnya.


Selain pelatihan rukti jenazah, kegiatan ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan PKU Muhammadiyah Nanggulan yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi cek golongan darah dan tensi, serta pemeriksaan asam urat, kolesterol, dan gula darah. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat pelayanan Aisyiyah yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.