Purwosari – Suasana penuh
kebersamaan dan kegembiraan mewarnai pelaksanaan penyembelihan dan pembagian
daging kurban yang diselenggarakan oleh PRM Purwosari bekerja sama dengan SD
Muhammadiyah Purwosari pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di
lingkungan SD Muhammadiyah Purwosari tersebut melibatkan pengurus ranting,
komite sekolah, guru, karyawan, wali murid, serta para siswa.
Pelaksanaan ibadah kurban ini
menjadi bagian dari upaya pendidikan karakter dan dakwah Muhammadiyah yang
menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial kepada peserta
didik sejak usia dini. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kegiatan
ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami makna
pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.
Kepala SD Muhammadiyah Purwosari,
Trusidah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan kurban bukan sekadar
penyembelihan hewan, tetapi juga media pendidikan yang sangat efektif bagi
anak-anak. Menurutnya, pengalaman melihat langsung proses kurban akan
memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya melalui
pembelajaran di kelas.
"Melalui kegiatan ini,
anak-anak belajar tentang keikhlasan, ketaatan kepada Allah SWT, serta
pentingnya berbagi kepada sesama. Kami berharap nilai-nilai tersebut dapat
tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka," ujarnya.
Hewan kurban yang disembelih pada
kegiatan tersebut berasal dari beberapa pihak yang memiliki kepedulian terhadap
pendidikan dan dakwah Islam, yaitu dari TPA Kuntum Yogyakarta, Bapak Munir
Yogyakarta, serta Mbah Suginem dari Karangrejo. Dukungan para donatur tersebut
menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus
hidup di tengah masyarakat.
Salah satu hewan kurban berasal
dari program yang dikelola TPA Kuntum. Lembaga pendidikan Al-Qur'an yang
berdiri sejak tahun 2013 dan beralamat di Tegalkajen, Bangunharjo, Sewon,
Bantul tersebut telah mengembangkan Program Tabungan Kurban sejak tahun 2018.
Tahun 2026 menjadi tahun kedelapan pelaksanaan program tersebut, yang bertujuan
membiasakan anak-anak untuk belajar menabung, bersedekah, bersabar, serta
memahami makna ibadah kurban sejak dini.
Ketua PRM Purwosari, H.
Ngadiran, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya
kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara persyarikatan, sekolah, wali
murid, dan para donatur merupakan bentuk sinergi dakwah yang memberikan manfaat
luas bagi masyarakat.
"Kurban tidak hanya
mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memperkuat hubungan
antarsesama. Melalui kegiatan ini kita belajar berbagi kebahagiaan, mempererat
ukhuwah, dan menumbuhkan kepedulian sosial," katanya.
Senada dengan itu, Ketua Komite
SD Muhammadiyah Purwosari, Nur Kahono, menyampaikan bahwa kegiatan
kurban menjadi momentum penting untuk membangun karakter generasi muda yang
religius dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Keceriaan juga tampak dari para
siswa yang menyaksikan rangkaian kegiatan. Salah satunya, Naya, siswi SD
Muhammadiyah Purwosari, mengaku senang dapat melihat langsung proses
penyembelihan dan pembagian daging kurban.
"Saya senang bisa ikut
melihat kegiatan kurban. Saya jadi tahu bahwa kurban itu untuk berbagi kepada
orang lain dan membantu yang membutuhkan," tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung lancar
tersebut ditutup dengan pembagian daging kurban kepada warga dan pihak yang
berhak menerima. Melalui kolaborasi antara PRM Purwosari, SD Muhammadiyah
Purwosari, para donatur, serta masyarakat sekitar, ibadah kurban tahun ini
tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan
nilai-nilai Islam, memperkuat dakwah Muhammadiyah, dan membentuk generasi yang
religius, peduli, serta bertanggung jawab. (Edwin Daru Anggara)

