
KULON PROGO – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, unit usaha peternakan kambing FarmMu yang berada di bawah naungan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Kewirausahaan (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo kembali menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Memasuki tahun ketiga operasionalnya, FarmMu berhasil meningkatkan produktivitas ternak sekaligus menjaga konsistensi pembagian hasil kepada para pemilik modal.
Ketua Koordinator MEBP PDM Kulon Progo, Muhadi, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa keberhasilan FarmMu merupakan bukti nyata bahwa pengelolaan peternakan berbasis kemitraan dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, memasuki tahun ketiga, FarmMu mampu mempertahankan produktivitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi para pemilik modal. Ini menunjukkan bahwa usaha peternakan yang dikelola secara transparan dan profesional dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Muhadi.
Berdasarkan laporan tahunan FarmMu, kapasitas kandang terisi penuh dengan total 25 ekor kambing yang terdiri atas kambing jantan, indukan betina, dan anakan (cempe). Komposisi tersebut dipertahankan untuk menjaga keseimbangan antara program pembibitan dan penggemukan ternak.
Selama tahun 2026, FarmMu mencatat penjualan sebanyak 19 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 ekor kambing jantan berhasil dipasarkan menjelang Idul Adha untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat yang meningkat secara signifikan.
Dari sisi keuangan, FarmMu membukukan total penjualan sebesar Rp46.000.000 dalam satu tahun. Setelah dikurangi biaya operasional dan pakan sebesar Rp25.000.000, usaha peternakan tersebut memperoleh laba kotor sebesar Rp21.000.000.
Menurut Muhadi, laba tersebut kemudian dialokasikan secara proporsional untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memenuhi hak para investor. Sebesar Rp12.400.000 disalurkan sebagai bagian hasil kepada pemilik modal atau setara 10 persen dari total modal yang ditempatkan, sedangkan Rp8.600.000 dialokasikan sebagai laba ditahan untuk pengembangan usaha.
“Pembagian hasil yang konsisten hingga tahun ketiga menjadi bentuk komitmen kami dalam menjaga kepercayaan para mitra. Sementara laba ditahan akan digunakan untuk pembelian bibit baru dan penguatan operasional agar usaha ini terus berkembang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muhadi menegaskan bahwa FarmMu tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga memiliki misi mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi umat di Kulon Progo.
Keberhasilan FarmMu hingga tahun ketiga ini menjadi bukti bahwa model usaha peternakan berbasis komunal yang dikelola secara profesional mampu memberikan imbal hasil yang stabil sekaligus menciptakan keberlanjutan usaha. Dengan strategi pengembangan yang terencana, FarmMu diharapkan dapat terus tumbuh sebagai salah satu pilar ekonomi umat dan ketahanan pangan di Kabupaten Kulon Progo.
