Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

UNIK! Berkurban Asyik, Bumi pun Apik dengan Wadah Daun Kelapa di SD Muhammadiyah Temon

Minggu, 14 Juni 2026 | 23.01 WIB Last Updated 2026-06-14T16:01:04Z

Kulon Progo – Perayaan Idul Adha di SD Muhammadiyah Temon tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak hanya menjadi momentum untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan semangat berbagi kepada sesama, peringatan Hari Raya Kurban juga dijadikan sebagai sarana pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan melalui penggunaan wadah berbahan daun kelapa sebagai pengganti kantong plastik.


Mengusung tema “Keunikan Idul Adha: Berkurban Asyik, Bumi pun Apik dengan Wadah Daun Kelapa”, seluruh warga sekolah diajak untuk memaknai ibadah kurban secara lebih luas, yakni sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga amanah Allah SWT untuk merawat bumi.


Kepala SD Muhammadiyah Temon, Sutrisno, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan program pembentukan karakter peserta didik melalui nilai CANTIK, khususnya pada aspek A (Amal Ibadah) dan T (Teratur Makan Sehat B2SA).


“Idul Adha mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur. Melalui penggunaan wadah dari daun kelapa, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari ibadah. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang religius sekaligus peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Idul Adha berjamaah di halaman sekolah, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang disaksikan oleh perwakilan siswa kelas V dan VI. Para siswa juga mendapatkan dongeng edukatif mengenai kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS serta pentingnya mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.


Suasana semakin meriah saat memasuki sesi workshop pembuatan wadah dari daun kelapa. Dengan pendampingan ibu-ibu PCA dan wali murid, siswa belajar mengenal berbagai bentuk wadah tradisional seperti takir, pincuk, samir, dan besek janur.


Untuk siswa kelas I hingga III, kegiatan difokuskan pada menghias takir yang telah disiapkan. Sementara siswa kelas IV hingga VI diajak mencoba menganyam daun kelapa secara sederhana. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran dan ketelitian.


Salah satu siswa kelas VI, Rania Putri, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Biasanya daging kurban dibungkus plastik. Baru kali ini saya belajar membuat wadah dari daun kelapa. Ternyata seru dan lebih ramah lingkungan. Saya jadi tahu kalau daun kelapa bisa dimanfaatkan untuk banyak hal,” ungkapnya.


Setelah proses pemotongan selesai, para siswa bersama guru turut berpartisipasi dalam prosesi pembungkusan daging kurban menggunakan wadah berbahan daun kelapa. Selanjutnya, daging dibagikan kepada masyarakat sekitar melalui program “Distribusi Kurban Hijau”, lengkap dengan pesan edukatif bertajuk “Kurban CANTIK, Tanpa Plastik”.


Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang makna ibadah kurban, tetapi juga memperoleh pelajaran mengenai rasa syukur, kreativitas, tanggung jawab, dan gotong royong. Semangat kebersamaan yang terjalin selama proses pembuatan wadah hingga distribusi daging menjadi cerminan nilai K – Kompak Bermasyarakat dalam program CANTIK yang diterapkan di sekolah.


Dengan menggabungkan nilai keislaman, kesehatan, budaya, dan kepedulian lingkungan, SD Muhammadiyah Temon berharap tradisi penggunaan wadah dari daun kelapa dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Sebab, melalui langkah-langkah sederhana, ibadah kurban tidak hanya membawa keberkahan bagi sesama manusia, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi bumi yang menjadi amanah bersama.