
KULON PROGO – Upaya percepatan penurunan prevalensi stunting nasional terus melahirkan inovasi baru yang segar dan dekat dengan masyarakat. Pada Sabtu, 11 Juli 2026, Program Pembuatan Animasi Edukasi Stunting Berbasis Budaya sukses menyelenggarakan agenda Pertemuan Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Aula RS PKU Muhammadiyah Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan strategis yang didanai oleh Dana Indonesiana dan LPDP ini bertujuan untuk menyatukan koordinasi lintas disiplin ilmu—mulai dari ahli gizi, akademisi,budayawan, hingga pekerja kreatif—dalam menyusun pedoman produksi, alur cerita, serta naskah final video animasi edukasi stunting yang valid secara medis namun kental dengan kearifan lokal
Ketua Penyelenggara Kegiatan, Ners. Zubaida Rahmawati, MPH, menyampaikan bahwa integrasi bukti ilmiah gizi dengan unsur budaya sangat penting dilakukan agar pesan kesehatan yang dihasilkan tidak terkesan menggurui dan mudah diterima oleh masyarakat luas. Visualisasi berupa animasi dipilih karena terbukti lebih komunikatif, menarik, dan mudah dipahami oleh audiens lintas generasi.
Soroti Peran MP-ASI Lokal dan Edukasi Parenting
FGD ini menghadirkan sejumlah pakar, salah satunya adalah Bdn. Nurrahmah Awalunnisa, S.Keb, yang bertindak sebagai Narasumber Ahli Kesehatan Ibu dan Anak. Beliau merupakan Koordinator Komunitas Sadar Stunting Nasyiatul Aisyiyah (KISS NA) salah satu program dari Departemen Kesehatan Lingkungan PDNA Kulonprogo.
Dalam pemaparannya, Bdn. Nurrahmah Awalunnisa menekankan pentingnya masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), baik dari segi nutrisi serta pentingnya stimulasi dan aktifitas bayi balita untuk pertumbuhan dan perkembangan, beliau juga memberikan edukasi pijat pada bayi balita sebagai upaya pencegahan stunting dilihat dari ilmu Kesehatan komplementer. Tidak hanya fokus pada nutrisi dan fisik, Nurrahmah juga menggarisbawahi pentingnya edukasi parenting yang suportif di tingkat keluarga
Selain Nurrahmah, diskusi intensif ini juga menghadirkan APT. Edwin DA, M.Sc., M.H (Dinkes DIY) yang memaparkan informasi berkaitan dengan kondisi kesehatan berdasarkan data terbaru. Selain itu juga informasi dari Nor Eka Noviani, S.Gz, MPH (Dosen Prodi Gizi UNISA) sebagai Ahli Gizi, serta Bp. Parsuki (Ketua Rintisan Desa Budaya Purwosari) yang mengawal integrasi filosofi budaya, bahasa Jawa halus, dan latar visual ikonik seperti Bukit Menoreh dan sayang ke dalam referensi animasi
Melalui curah gagasan (brainstorming) yang dihadiri oleh perwakilan Puskesmas Girimulyo 1, RS PKU Muhammadiyah Nanggulan, tokoh masyarakat, guru paud dan TK, serta kader posyandu, tim berhasil menyusun draf alur cerita dan memvalidasi adegan animasi agar sesuai dengan standar makanan anak yang benar dengan tetap melihat nilai kearifan lokal.
Dengan adanya dukungan penuh dari Dana Indonesiana dan LPDP, purwarupa (prototype) kampanye visual ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang efektif, aman, serta ramah anak guna menyokong target pencapaian eliminasi stunting.
(Penulis :Fachrul Rozi)
