Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Khutbah Jumat: Allah Menolong dan Menguatkan Islam dengan Seorang Pendosa

Kamis, 24 September 2026 | 08.56 WIB Last Updated 2026-09-24T02:10:25Z

Edisi: 52/KMM MT PDM KULON PROGO
14 Rabiul Akhir 1448 / 25 September 2026

Khutbah Jumat: Allah Menolong dan Menguatkan Islam dengan Seorang Pendosa

الحَمْدُللهِ، ثُمَّ الحَمْدُ اللهِ، وَلَا نُحْصِي ثَنَاءً عَلَى اللهِ، لَهُ مِنَ الحَمْدِ أَسْمَاهُ، وَلَهُ مِنَ الشُّكْرِ أَسْنَاهُ، وَلَهُ مِنَ الثَّنَاءِ الحَسَنِ أَعْلَاهُ وَمُنْتَهَاهُ، سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ وَجَلَّ فِي عُلَاهُ، لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَاهُ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَاهُ، وَلَا تُحْصَى نِعَمُهُ، وَلَا تُكَافِئُ عَطَايَاهُ، إِنِ الحُكْمُ إِلَّا لِله أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ [يُوسُفَ: ٤٠]

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلَا رَبَّ لَنَا سِوَاهُ، أَمَّنْ يُجِيبُ المُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأَرْضِ أَإِلٰهٌ مَعَ اللهِ [النَّمْلِ: ٦٢]

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَمُصْطَفَاهُ، وَخَلِيلُهُ وَمُجْتَبَاهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ، وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ، وَاتَّبَعَ هُدَاهُ، وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا

أمَّا بعدُ فاتقوا اللهَ عبادَ اللهِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا [الأحزاب: 70].

Jamaah Jumat rahimakumullah, pada kesempatan yang penuh berkah ini, kita akan mengulas sebuah ketetapan berharga yang bersumber dari lisan suci baginda Nabi Muhammad ﷺ, yaitu mengenai hakikat bahwa agama Islam ini bisa dikuatkan oleh orang-orang fajir (pelaku dosa/maksiat).

Jamaah Jumat rahimakumullah, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia menceritakan sebuah peristiwa besar saat kaum muslimin bersama Nabi ﷺ dalam perang Khaibar. Nabi ﷺ menunjukkan kepada para sahabat seorang lelaki yang secara lahiriah menampakkan diri sebagai muslim, lalu beliau ﷺ bersabda: “Orang ini termasuk penghuni neraka.”

Ketika pertempuran berkecamuk, lelaki itu bertempur dengan sangat sengit, menerjang musuh, hingga mengalami banyak luka parah. Para sahabat yang melihat hal tersebut merasa heran dan berkata kepada Nabi ﷺ: “Wahai Rasulullah, orang yang tadi engkau katakan sebagai penghuni neraka, hari ini ia bertempur dengan sangat hebat dan telah mati, maka ia seorang syahid.” Namun Rasulullah ﷺ tetap menegaskan: “Ia di neraka.” Hampir saja sebagian orang mulai bimbang akan kebenaran sabda tersebut karena melihat besarnya jasa lahiriah si lelaki. Namun tak lama berselang, seseorang datang membawa kabar: “Sesungguhnya orang itu belum mati, ia hanya terluka parah. Ketika malam tiba, lelaki tersebut ternyata tidak mampu menahan rasa sakit dari luka-lukanya. Akhirnya, ia membunuh dirinya sendiri."

Mendengar kabar tersebut, Nabi ﷺ bersabda dengan tegas:

اللَّهُ أَكْبَرُ! أَشْهَدُ أَنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

"Allahu Akbar! Aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya."

Beliau ﷺ kemudian memerintahkan Bilal bin Rabah radhiyallahu untuk menyeru kepada manusia dengan kalimat yang bergetar di sanubari:

إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

"Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang benar-benar Muslim. Sesungguhnya Allah benar-benar menolong dan menguatkan Islam dengan seorang lelaki yang fajir (jahat/pendosa)." (HR. Bukhari & Muslim)

Jamaah rahimakumullah, hadits yang agung ini memberikan kita pemahaman mendalam bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Kuasa untuk menolong dan memenangkan agama-Nya lewat perantara siapa saja yang Dia kehendaki. Allah tidak bergantung kepada kehebatan makhluk-Nya. Allah sendiri yang menjaga dan memenangkan agama-Nya dengan cara yang dikehendaki-Nya:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk memenangkannya di atas segala agama-agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya." (QS. Saff ayat 9)

Dari ayat dan hadits tadi, para ulama menyimpulkan beberapa poin muhasabah yang penting:

Pertama: Allah bebas menggunakan sebab apapun. Allah SWT memegang kendali penuh atas takdir. Bahkan orang yang fasik, pelaku maksiat, atau orang kafir sekalipun bisa dijadikan "alat" oleh Allah demi tegaknya kemaslahatan Islam dan umat Islam.

Kedua: Nilai amal terletak pada keikhlasan dan iman. Amal lahiriah yang tampak besar, heroik, dan berjasa di mata manusia belum tentu bernilai di sisi Allah jika tidak dilandasi keimanan dan keikhlasan sebagaimana firman-Nya:

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

"Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan." (QS. Al-Furqan: 23)

Ketiga: Umat Islam jangan mudah tertipu. Kita diingatkan agar tidak mudah silau semata-mata karena kepintaran, keberanian, atau jasa besar seseorang sebelum melihat komitmen iman dan ketakwaannya. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah ketika diri ini tertipu oleh diri sendiri.

Keempat: Bahan introspeksi diri. Ini adalah tamparan keras bagi diri kita masing-masing. Jangan-jangan, selama ini kita berteriak lantang membela Islam di media sosial atau forum-forum, namun di hati kita tersembunyi niat mencari popularitas, kekayaan, atau pujian murni. Kita berlindung kepada Allah agar tidak menjadi golongan fajir yang menguatkan agama namun berakhir mengenaskan di akhirat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, jka kita melihat realita dunia hari ini, kita akan menemukan betapa benarnya nubuat Rasulullah ﷺ tersebut. Pertolongan Allah bagi Islam sering kali hadir lewat jalur-jalur orang-orang fajir bahkan orang kafir semisal:

1. Politisi non-religius atau sistem sekuler yang melindungi umat

Ada kalanya pemimpin atau politisi adalah orang yang jauh dari nilai agama, namun menerbitkan kebijakan yang melindungi hak beragama, menghentikan diskriminasi, atau membangun fasilitas bagi muslim demi kepentingan geopolitiknya.

2. Negara non-muslim yang memberi ruang dakwah

Di belahan bumi barat atau negara sekuler, kadang sistem hukum mereka justru menjamin kebebasan dakwah dan pembangunan masjid dengan pesat, yang memicu perkembangan Islam secara masif di sana. Tujuan mereka tentu bukan untuk memajukan Islam tapi sekedar menjaga nilai kebebasan universal.

3. Tokoh global dan influencer yang menyuarakan keadilan

Kita melihat figur publik, selebritas, atau konten kreator internasional yang kehidupan pribadinya jauh dari syariat, namun dengan lantang menyuarakan pembelaan dan menggalang dana kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Pengaruh sosial mereka menggerakkan jutaan pasang mata dunia yang melahirkan banyak dukungan kepada kebebasan Palestina dan kecaman terhadap Israel dan sekutunya.

4. Preman jalanan yang maju melawan penghina Nabi ﷺ

Seringkali kita dapati ketika kesucian Islam atau Nabi Muhammad ﷺ dihinakan, orang-orang pertama yang maju menentang dengan berani di garda depan justru mereka yang kesehariannya akrab dengan dunia maksiat dan jalanan.

5. Serangan musuh yang menjadikan Islam dikenal

Ketika para pembenci Islam melakukan kampanye hitam terhadap agama yang lurus ini, efeknya justru berbalik (backfire). Hal itu memicu rasa penasaran masyarakat dunia untuk membaca dan mempelajari Al-Qur'an secara langsung; membuat mereka berdiskusi dengan tokoh Islam dan melakukan penelitian independen yang berakhir dengan gelombang masuk Islamnya mereka.

6. Inovasi teknologi dari non-muslim

Internet, perangkat pintar, sistem ekonomi modern, dan platform digital diciptakan oleh orang-orang yang mayoritasnya bukan muslim. Namun infrastruktur inilah yang hari ini menjadi sarana paling efektif bagi penyebaran dakwah Islam, pendidikan Islam, hingga efisiensi pengelolaan zakat sedunia.

Jamaah Jumat rahimakumullah, di sinilah kita perlu memahami bahwa Allah tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian."(QS. Muhammad: 7)

Ketika Allah mengatakan "menolong agama Allah", bukan berarti Allah membutuhkan pertolongan kita. Allah Maha Kaya. Kitalah yang membutuhkan-Nya. Kitalah yang butuh diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari perjuangan menegakkan kebenaran. Allah mengingatkan:

هَا أَنْتُمْ هَؤُلاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Maha Kaya, sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)". (QS. Muhammad: 38)

Jamaah rahimakumullah, ayat ini seharusnya membuat kita rendah hati. Jangan pernah merasa diri ini adalah pusat agama sehingga berkata: "Kalau bukan saya, dakwah ini akan berhenti." Jangan pula merasa bahwa kelompok tempat kita bernaung adalah pusat peradaban Islam sehingga berkata: "Kalau bukan kelompok saya, Islam akan mundur." Islam adalah agama Allah. Sejarah telah membuktikan bahwa manusia datang dan pergi. Tokoh lahir dan wafat. Generasi berganti. Lembaga berkembang kemudian berubah. Ini menandakan bahwa setiap masa ada tokohnya dan setiap tokoh ada masanya. Bersama perputaran zaman, agama Allah tetap berjalan. Allah mampu mengganti seseorang dengan orang lain. Allah mampu mengganti satu generasi dengan generasi berikutnya. Allah mampu menguatkan agama-Nya melalui jalan yang sama sekali tidak kita duga. Rasulullah ﷺ bersabda:

الإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى

"Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengunggulinya."

Semoga Allah menjadikan kita bukan sekadar sebagai orang yang bermanfaat bagi agama-Nya, karena bermanfaat saja tidak menjamin keselamatan diri. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang beriman, ikhlas dan bertakwa kemudian memberikan kemanfaatan bagi agama sehingga nanti mendapatkan keselamatan ketika menghadap-Nya....

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاَكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمُ لِيْ وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ، الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا، وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمُ، : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمُ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمُ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمُ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ َإِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيمَانًا صَادِقًا، وَيَقِينًا رَاسِخًا، وَقُلُوبًا مُطْمَئِنَّةً بِوَعْدِكَ، وَثِقَةً بِخَبَرِ رَسُولِكَ ﷺ.

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ يَضْعُفُ يَقِينُهُمْ عِنْدَ الْبَلَاءِ، وَلَا مِمَّنْ تَزِلُّ قُلُوبُهُمْ عِنْدَ الْفِتَنِ، بَلْ اجْعَلْنَا ثَابِتِينَ عَلَى دِينِكَ، مُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ، رَاضِينَ بِقَضَائِكَ، وَاثِقِينَ بِنَصْرِكَ وَوَعْدِكَ.

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ وَالْيَقِينِ وَالتَّقْوَى.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.