
KULON PROGO — Pengajian Hari Syiar Bermuhammadiyah (HSB) 4 Oktober 2026 di Masjid Agung Kulon Progo berlangsung hangat dan meriah. Menghadirkan penceramah Wakil Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP 'Aisyiyah, Dr. Hj. Adib Sofia, S.S., M.Hum., majelis ilmu ini membedah tema krusial seputar ketahanan keluarga di tengah gempuran zaman modern.
Dalam ceramahnya, Hj. Sofia mengajak ribuan jamaah yang hadir untuk merefleksikan kembali peran penting keluarga sebagai benteng utama peradaban.
Awas! 6 Perangkap Era Modern
Hj. Sofia menyoroti enam tantangan era disrupsi yang tanpa disadari sering mengintai kehidupan sehari-hari:
- Kecanduan HP (Gadget Addict): Ketergantungan gawai dari bangun hingga tidur kembali yang mengikis interaksi nyata di rumah.
- Budaya Mager (Lazy): Rasa malas bergerak yang berisiko menciptakan generasi lemah secara fisik maupun mental.
- Multitasking Asal-asalan: Mengerjakan banyak hal bersamaan hingga menurunkan kualitas ibadah maupun pekerjaan.
- Gaya Hidup Konsumtif: Tergiur pamer kemewahan di media sosial yang berujung pada jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).
- Informasi Instan Tanpa Filter: Kebiasaan menelan mentah-mentah informasi dari internet tanpa proses verifikasi (tabayyun).
- Tren Ingin Serba Cepat: Anak muda yang enggan menuntut ilmu tinggi karena tergiur hasil instan menjadi influencer.
Formula "GUCI, LENGO, KAYU, GAPUK" untuk Keluarga Sakinah
Sebagai solusi membentengi rumah tangga, Hj. Sofia membagikan resep akronim Jawa yang sederhana namun penuh makna:
- GUCI (Lugu lan Suci): Selalu jujur, terbuka dalam urusan apa pun (termasuk keuangan), dan mengedepankan prasangka baik (husnuzhan).
- LENGO (Nek ono sing menteleng, liyane lungo): Jika ada pasangan yang sedang emosi, salah satu hendaknya mengambil jarak sejenak untuk mendinginkan suasana, bukan malah menyiram minyak ke dalam api.
- KAYU (Nek ono sing teko, liyane ngguyu): Sambut anggota keluarga yang baru pulang ke rumah dengan senyuman tulus dan hangat.
- GAPUK (Nek ono sing lego, liyane ngepuk-puk): Saling memberikan apresiasi, dorongan, dan motivasi saat pasangan atau anak meraih pencapaian maupun saat terpuruk.
Pahala Berlipat & Saling Melengkapi
Mengakhiri tausiyahnya, Hj. Sofia mengingatkan bahwa menghadiri majelis ilmu mendatangkan lima pahala sekaligus: pahala silaturahmi, menuntut ilmu, memakmurkan masjid, memuliakan tamu, dan mengamalkan nilai amar ma'ruf nahi munkar.
Ia menegaskan bahwa urusan mengasuh anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga adalah tugas bersama antara suami dan istri. Keduanya punya hak dan kewajiban yang seimbang untuk saling membahagiakan di rumah sekaligus berkiprah memberi manfaat bagi masyarakat luas.
