Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Merawat Jiwa di Pronosutan: Saat Alam dan Tawa Menjadi Obat dalam Program NAPAK

Minggu, 18 Januari 2026 | 08.57 WIB Last Updated 2026-01-18T01:57:07Z


KULON PROGO – Sabtu (17/1/2026) - Pagi itu, langit Nanggulan, Kulon Progo, melukiskan gradasi biru dan emas yang memukau. Di antara hamparan hijau Sawah Pronosutan yang ikonik, sekelompok perempuan tangguh dari Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Girimulyo melangkahkan kaki dengan penuh semangat. Mereka bukan sekadar berjalan santai, melainkan sedang menjalankan misi mulia melalui program NAPAK, yang kini dimaknai lebih dalam sebagai "Nasyiatul Aisyiyah Peduli Alam dan Kesehatan".

Program ini hadir sebagai oase di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang sering kali mengabaikan kesehatan mental dan kelestarian lingkungan. Memilih lokasi di Pronosutan bukan tanpa alasan. Lanskap persawahan yang membentang luas dengan latar Perbukitan Menoreh memberikan efek healing alami yang tak ternilai. Peserta diajak menyusuri pematang sawah, menghirup udara bebas polusi, dan meresapi kebesaran Tuhan melalui tadabbur alam.

Namun, NAPAK lebih dari sekadar wisata mata. Di titik perhentian, Ners. Zubaida Rohmawati, MPH., sosok akademisi sekaligus Ketua PCNA, mengubah suasana menjadi kelas kesehatan terbuka. Didampingi mahasiswa keperawatan UNISA, Laras, mereka memandu sesi terapi tertawa. Suara tawa yang awalnya malu-malu, perlahan meledak menjadi gelak tawa lepas yang menggema di antara padi-padi yang menari. Riset ilmiah membuktikan bahwa aktivitas sederhana ini mampu menurunkan tekanan darah dan meredakan kecemasan, sebuah solusi murah namun mewah bagi kesehatan jiwa.
 

Testimoni bermunculan dari peserta seperti Wiwit dan Ria yang merasakan beban di pundak mereka luruh seketika. Bahkan anak-anak kecil pun turut merasakan kegembiraan murni tanpa gadget. Program NAPAK ini menegaskan bahwa "Peduli Alam" dan "Peduli Kesehatan" adalah satu kesatuan napas. Dengan membawa botol minum sendiri (Zero Waste), para kader Nasyiah mengajarkan bahwa menjaga bumi sama pentingnya dengan menjaga tubuh.

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Kasidah dari PCA Girimulyo, kegiatan ini adalah wujud "Dakwah yang Menggembirakan". NAPAK di Pronosutan telah berhasil membuktikan bahwa ibadah, olahraga, dan rekreasi bisa dilebur menjadi satu harmoni yang indah. Di sini, di tanah Nanggulan, Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya merawat ukhuwah, tetapi juga merawat kehidupan itu sendiri. (Edwin Daru Anggara)