
Kulon Progo — Semangat menyambut Ramadhan 1447 H mulai terasa di Kabupaten Kulon Progo. Pada Senin, 28 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 16 Februari 2026, telah dilaksanakan acara penerjunan Mubaligh Hijrah yang dikelola oleh Majelis Tabligh PWM DIY, bertempat di Kantor PDM Kulon Progo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program dakwah Ramadhan yang diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Majelis Tabligh, bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo.
Ustadz Fadlurrahman yang mewakili Majelis Tabligh PWM DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa para peserta Mubaligh Hijrah akan mulai bertugas dua hari sebelum Ramadhan hingga 25 Ramadhan 1447 H. Mereka akan diterjunkan ke masjid dan musala di seluruh wilayah Kulon Progo melalui koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kulon Progo.
“Program ini menjadi bagian dari ikhtiar dakwah untuk menyemarakkan Ramadhan, sekaligus membina masyarakat dalam meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Dwi Maryanto selaku Sekretaris Korps Mubalig Muhammadiyah Kulon Progo (KMM) menjelaskan bahwa proses Mubaligh Hijrah diawali dengan pendataan oleh Majelis Tabligh PDM Kulon Progo bersama KMM. Pendataan ini memastikan kesiapan mubaligh sekaligus pemetaan kebutuhan masjid dan musala di lapangan.
Peserta Mubaligh Hijrah tahun ini berasal dari berbagai amal usaha dan lembaga pendidikan Muhammadiyah di DIY, di antaranya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Pondok Pesantren Muhammadiyah, serta siswa-siswi SMA dan SMK Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun tugas para Mubaligh Hijrah meliputi menghidupkan amalan sholat fardhu berjamaah, memimpin dan menggerakkan sholat tarawih, serta membina kegiatan TPA anak-anak. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak semarak Ramadhan, sekaligus memperkuat pembinaan keislaman di tengah masyarakat.
Dengan penerjunan ini, Muhammadiyah Kulon Progo optimis Ramadhan 1447 H akan semakin hidup dengan kegiatan ibadah, dakwah, dan pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.
