.jpeg)
Pengajian bersama yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Giripurwo dan Pimpinan Ranting Aisyiyah Giripurwo digelar pada pukul 08.00–10.00 WIB di Balai Desa Giripurwo. Mengangkat tema “Menyongsong Bulan Ramadhan 1447 H”, kegiatan ini dihadiri sekitar 400 jamaah serta unsur lintas sektor di wilayah Giripurwo. Namun lebih dari sekadar pertemuan rutin, pengajian ini menjadi ruang pendalaman makna Ramadhan sebagai momentum pembinaan ruhani dan penguatan peran keluarga dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
Materi pengajian disampaikan oleh Ustdz Rizky Asshidqi, M. Pd dari Yogyakarta yang menekankan bahwa Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Ia menjelaskan bahwa ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan pengendalian diri, peningkatan kualitas takwa, serta pembentukan akhlak mulia. “Ramadhan harus disambut dengan ilmu dan persiapan hati. Perbaiki shalat, perbanyak tilawah, dan kuatkan niat agar ibadah kita tidak sekadar rutinitas,” pesannya di hadapan jamaah. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun tradisi ibadah di rumah sejak sebelum Ramadhan tiba agar suasana spiritual telah tumbuh lebih awal.
Lebih jauh, Ustadz Rizky menggarisbawahi peran strategis orang tua, khususnya ibu, dalam mendidik anak-anak agar mencintai Al-Qur’an dan masjid. Menurutnya, keluarga adalah basis utama dakwah. Jika rumah tangga kuat secara spiritual, maka masyarakat pun akan kokoh. Ia mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah, sehingga keberkahan bulan suci dapat dirasakan bersama, terutama oleh mereka yang membutuhkan.
.jpeg)
Antusiasme jamaah yang mencapai sekitar 400 orang menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pencerahan ruhani yang aplikatif dan membumi. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi memberi panduan konkret dalam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan 1447 H. Melalui pengajian ini, PRM dan PRA Giripurwo menegaskan bahwa dakwah di tingkat ranting terus hidup dan berperan aktif membina umat, dengan fokus pada penguatan iman, ilmu, dan amal saleh sebagai bekal memasuki bulan suci.
(Edwin Daru Anggara)
