Pesan Ideologis dari Sang Senior
Pak
Ari Gunawan, tokoh Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM, dalam sambutannya
menekankan pentingnya kembali ke akar perjuangan KH Ahmad Dahlan. Ia
mengingatkan bahwa kekuatan organisasi Muhammadiyah, termasuk IMM, terletak
pada tiga pilar utama: Tafahum (saling memahami), Ta’awun (saling
menolong), dan Takaful (saling menanggung beban).
"Kader
IMM bukan sekadar pengurus, tapi pembawa misi. Nilai-nilai Muhammadiyah harus
mendarah daging, hingga berani kita transformasikan menjadi ideologi
gerakan," tegas Pak Ari di hadapan para kader muda.
Dalam
sesi talkshow yang dipandu moderator Immawan Daryanto, Pak Ari berbagi
memori saat PC IMM Kulon Progo berada di fase "tiada menjadi ada".
Beliau mengenang masa-masa ketika kampus di Wates masih berstatus Sekolah
Tinggi Islam Tarbiyah (STIT). Namun, keterbatasan bukan penghalang. Di bawah
kepemimpinannya, meski belum genap setahun menjabat, PC IMM Kulon Progo sudah
berani mengambil tanggung jawab besar sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi
Daerah (Rakorda) DPD IMM DIY. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa nyali
lebih utama daripada fasilitas.
Humor dan Dinamika Lapangan
Suasana
formal berubah menjadi penuh tawa saat Ahmad Aan Mukossim, mantan Ketua Umum PC
IMM Kulon Progo, berbagi pengalaman uniknya di masa transisi. Ia mengenang satu
momen "memalukan" saat melakukan aksi di Kantor Bupati.
"Waktu
itu kami sudah siap bersuara lantang. Ternyata, data riset yang diberikan
teman-teman keliru. Saat dikonfrontasi langsung oleh Bapak Bupati, teman-teman
yang lain malah diam, tidak ada yang membantu menjelaskan. Rasanya ingin hilang
dari tempat itu," ceritanya sambil terkekeh, disambut tawa hadirin.
Pelajaran berharganya? Etika dalam berbeda pendapat dan akurasi data adalah
harga mati bagi seorang aktivis.
Membangun Kader Militan yang Bahagia
Senada
dengan senior lainnya, Achmad Sukriyanto menambahkan bahwa organisasi tidak
selamanya harus kaku dan tegang. Baginya, IMM adalah wadah memperluas relasi,
ruang bermain yang positif, dan tempat mencari kebahagiaan dalam beramal saleh.
Momentum
Milad ke-62 ini ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus menciptakan
kader yang militan di segala lini kehidupan. Melalui ajang silaturahmi ini,
"Trah IMM Kulon Progo" membuktikan bahwa meski zaman berganti dan
pimpinan silih berganti, semangat untuk tetap berdaya dan memberikan dampak
bagi masyarakat tidak akan pernah padam.
Agenda ini resmi berakhir dengan sesi ramah tamah, mempererat simpul kekeluargaan yang nantinya diharapkan menjadi pondasi kuat bagi kemajuan PC IMM Kulon Progo di masa depan.

