Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pelatihan JATAM Girimulyo Perkuat Kemandirian Petani dan Dorong Ekonomi Berbasis Lokal

Minggu, 19 April 2026 | 14.30 WIB Last Updated 2026-04-19T07:30:00Z


Girimulyo — Kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Petani yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) di rumah Sukijo, Prangkokan, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo, berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh peserta. Kegiatan ini diinisiasi oleh PCM Girimulyo melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) bersama JATAM Girimulyo, dengan dukungan pendanaan dari Lazismu DIY serta kolaborasi bersama RS PKU Yogyakarta dan RS PKU Gamping. Sebanyak 50 peserta hadir mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Pelatihan ini menghadirkan materi yang praktis dan sesuai kebutuhan petani di lapangan. Samdiyono memberikan pemahaman mengenai teknik budidaya kopi yang baik, sementara Sukijo menyampaikan materi seleksi entres sekaligus memandu praktik sambung tanaman. Pendekatan yang memadukan teori dan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan teknis.

Dalam sambutannya, Lurah Desa Purwosari, Hj. Sri Murtini, A.Md., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat membantu masyarakat, khususnya petani, dalam meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan. “Kegiatan ini memberikan manfaat nyata karena ilmunya bisa langsung diterapkan. Harapannya, petani di Purwosari semakin maju dan mampu mengelola potensi yang dimiliki secara optimal,” ungkapnya.

Ketua MPM PCM Girimulyo yang juga Ketua JATAM Kulon Progo, H. Ngadiran, S.P., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang pemberdayaan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa potensi pertanian, terutama kopi, perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas sumber daya petani. “Melalui JATAM Girimulyo, kami ingin membangun petani yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing. Ini adalah langkah nyata menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi umat,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua MPM Kulon Progo, H. Jumarin, yang memberikan apresiasi terhadap sinergi berbagai pihak dalam menyukseskan pelatihan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi, pemerintah desa, dan mitra merupakan kunci dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat. “Ketika kegiatan dilakukan secara bersama-sama, dampaknya akan lebih luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.



Para peserta mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. Yayan menyampaikan bahwa materi yang diberikan membuka wawasan baru dalam pengelolaan tanaman kopi. “Kami jadi lebih memahami teknik budidaya yang benar,” ujarnya. Sementara itu, Sandiyono menambahkan bahwa sesi praktik sangat membantu dalam memahami materi secara langsung. “Dengan praktik, kami lebih percaya diri untuk menerapkannya di kebun,” katanya.

Melalui kegiatan ini, JATAM Girimulyo bersama MPM PCM Girimulyo berharap dapat menumbuhkan semangat baru di kalangan petani untuk mengembangkan pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan. Pelatihan ini menjadi bukti bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir dalam aspek keagamaan, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi yang nyata dan berdampak bagi kesejahteraan Masyarakat. (Edwin Daru Anggara)