Guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dan pascabencana, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kulon Progo mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti pelatihan Holistic IMM Care.
Dua kader yang didelegasikan adalah Afifah Indayani (Sekretaris Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kulon Progo) dan Nazaruddin Anhar Azhari (Ketua PK IMM Kasman Singodimedjo). Kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen nyata PC IMM Kulon Progo dalam mendukung agenda strategis tingkat wilayah sekaligus mencetak relawan kemanusiaan yang kompeten.
Kegiatan bertajuk Holistic IMM Care: Pelatihan HERT (Health Emergency Response Team) & Psikososial ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah dan DPD IMM DI Yogyakarta. Acara berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026, di Magelang.
Mengusung tema "Holistic Disaster Response: Pelatihan HERT dan PFA dalam Meningkatkan Ketangguhan Relawan IMM Holistic Care", pelatihan ini resmi dibuka pada Jumat (22/5) di Auditorium Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya: dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S. (Ketua PP Muhammadiyah), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) & 'Aisyiyah Jawa Tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) & 'Aisyiyah Kota Magelang, Perwakilan Pemerintah Kota Magelang dan Rektor UNIMMA, Jajaran Forkopimda setempat (Danrem 072/Pamungkas & Kapolresta Magelang dan kader IMM se-Jateng dan DIY.
Ketua Panitia Pelaksana, Rizki Ulin Nuha, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang khusus sebagai ruang penguatan kapasitas kader di bidang kesehatan dan kebencanaan. Pelatihan ini diikuti oleh 55 peserta, yang terbagi ke dalam dua fokus kompetensi: 25 peserta di kelas kesehatan (HERT) dan 30 peserta di kelas psikososial. "Pelatihan ini mencakup keterampilan mahasiswa di bidang psikososial dan medis yang dibagi dalam dua kelas. Ini menjadi wadah konkret bagi IMM untuk terlibat aktif dalam penanganan bencana," ujar Rizki.
Ia menambahkan, forum ini ditargetkan mampu mencetak kader yang tidak hanya memiliki kepekaan sosial, tetapi juga menguasai keterampilan dasar dalam pendampingan medis maupun kemanusiaan.
Untuk memastikan materi yang diberikan aplikatif dan berstandar lapangan, panitia menghadirkan para pemateri profesional dari berbagai latar belakang. Mulai dari dokter spesialis, psikolog, akademisi, hingga tim Basarnas.
Kombinasi materi ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan teoretis peserta, tetapi juga mengasah kesiapan mental, kepekaan, serta kapasitas fisik mereka. Melalui pendekatan holistik yang menyentuh aspek fisik, medis, psikologis, hingga spiritual, para lulusan pelatihan ini diharapkan siap diterjunkan sebagai garda depan relawan yang tangguh, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat pascabencana.

