Dalam upaya mewujudkan generasi emas yang berkarakter dan disiplin, SD Muhammadiyah Temon, Kulon Progo, Yogyakarta, menonjolkan praktik baik melalui kolaborasi intensif antara sekolah dan orang tua murid. Melalui program inovatif bernama "CANTIK", sekolah ini berhasil mengintegrasikan program gerakan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke dalam rutinitas harian siswa.
Hal tersebut dipaparkan secara mendalam oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Temon, Apri Retnaningsih, M.Pd., saat hadir sebagai narasumber dalam program siaran Jendela Sekolah Seri 10 di Radio Edukasi BBGTK DIY.
Mengenal Program CANTIK
Menurut Apri Retnaningsih, kata "CANTIK" awalnya merupakan branding utama dari sekolah mereka yang merupakan akronim dari Cerdas, Agamis, Nasionalis, Tekun, Intelek, dan Kreatif. Seiring dengan peluncuran gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti, pihak sekolah merangkum nilai-nilai kebiasaan tersebut ke dalam akronim CANTIK agar lebih mudah diingat dan diterapkan oleh siswa maupun orang tua.
Penjabaran program CANTIK dalam menyelaraskan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat meliputi:
C - Cepat Bangun Pagi: Siswa dibiasakan bangun sebelum subuh dan melakukan presensi mandiri dengan mengirimkan foto _selfie_ kepada wali kelas, serta membaca doa fajar.
A - Amal Ibadah: Penguatan ibadah seperti salat fardu tepat waktu, salat duha berjamaah di sekolah, hingga murajaah hafalan juz 30.
N - Ngegas Olahraga: Mendorong siswa aktif berolahraga tanpa menunda-nunda, yang difasilitasi sekolah setiap hari Selasa dan Jumat.
T - Teratur: Membiasakan pola makan yang tertib, mencuci tangan, dan mengonsumsi makanan bergizi.
I - Ilmu Bermanfaat (Ilmu Dikejar): Penerapan budaya literasi membaca minimal 15 menit setiap hari.
K - Kompak: Membina hubungan sosial yang kompak di masyarakat (seperti aktif di TPA masjid atau menjenguk teman sakit) serta kompak untuk tidur cepat di malam hari.
Buku Penghubung dan Sistem Reward
Untuk menjaga konsistensi penerapan karakter ini di rumah, sekolah meluncurkan Buku Penghubung CANTIK. Buku kontrol ini diisi secara jujur oleh orang tua setiap hari dan dikumpulkan kepada wali kelas setiap hari Jumat.
"Orang tua merespons sangat positif. Program ini membantu mereka membangunkan anak di pagi hari karena anak-anak termotivasi untuk mendapatkan reward (penghargaan) bintang lima dari gurunya," ujar Apri.
Setiap akhir bulan saat upacara bendera hari Senin, pihak sekolah memberikan penghargaan atau reward bagi siswa yang paling konsisten menjalankan 7 pembiasaan tersebut. Tak hanya bagi siswa, guru kelas yang berhasil membimbing siswanya dengan baik juga mendapatkan apresiasi dari sekolah dan komite.
Dampak Nyata dan Harapan Masa Depan
Penerapan program ini membawa dampak perubahan perilaku yang nyata pada diri siswa. Berkat pembiasaan yang disiplin, anak-anak kini sudah terbiasa tiba di sekolah sejak pukul 06.30 WIB untuk mengikuti TPA pagi dan hafalan tahfidz sebelum jam pelajaran dimulai. Siswa juga dinilai menjadi lebih mandiri dalam mengerjakan pekerjaan rumah (PR) tanpa harus terus-menerus diingatkan orang tua.
Meski sekolahnya memiliki slogan jenaka "sekolah delik, prestasi apik" (sekolah tersembunyi namun sarat prestasi) karena lokasinya yang berada di ujung Kulon Progo dekat bandara YIA, SD Muhammadiyah Temon membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk mencetak siswa berkarakter global.
Melalui sinergi yang kokoh ini, Apri berharap anak-anak didiknya dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.

