Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Awal Bulan Rabiulawal 1448 H Jatuh pada Jum'at, 14 Agustus 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19.20 WIB Last Updated 2026-08-12T12:20:00Z


Kulon Progo – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali merilis peta visibilitas hilal berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), kali ini untuk menentukan awal bulan Rabiulawal 1448 Hijriah. Berdasarkan kalkulasi sistem astronomi global, 1 Rabiulawal 1448 H ditetapkan jatuh pada Jum'at, 14 Agustus 2026.

Berbeda dengan bulan sebelumnya, data ilmiah pada peta kali ini menunjukkan situasi astronomis yang cukup ketat. Konjungsi (ijtimak) terjadi pada tanggal 12 Agustus 2026 pukul 17:36:45 UT, hanya terpaut sekitar 5 menit sebelum Fajar Selandia Baru (Fajar NZ) yang jatuh pada pukul 17:41:19 UT.

Akibat sempitnya jarak waktu tersebut, kriteria minimal imkanur rukyat global (tinggi bulan 5° dan elongasi 8°) tidak sempat terpenuhi di belahan bumi mana pun sebelum fajar di Selandia Baru menyingsing. Hal ini terlihat dari status Parameter Kalender Global (PKG1 dan PKG2) di dalam peta yang dinyatakan "Tidak Terpenuhi", serta tidak adanya arsiran wilayah hijau di daratan bumi.

Sesuai dengan prinsip dasar KHGT, apabila syarat-syarat parametrik tersebut tidak terpenuhi, maka bulan berjalan (Safar) genap berumur 30 hari (istikmal). Oleh karena itu, pergantian bulan baru menuju tanggal 1 Rabiulawal 1448 H secara otomatis akan dimulai serempak di seluruh dunia pada hari Jum'at, 14 Agustus 2026.

Melalui rilis peta berkala ini, KHGT terus membuktikan keunggulannya dalam memberikan kepastian penanggalan Islam secara matematis dan prediktif, sekaligus mempermudah umat Muslim global dalam merencanakan agenda hari-hari penting keagamaan jauh-jauh hari tanpa keraguan.

Referensi: https://khgt.muhammadiyah.or.id/