
KULON PROGO — Sebanyak 51 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) di Panti Asuhan Ahmad Dahlan, Kriyan, Kokap, Kulon Progo, pada 7–9 Agustus 2026. Kegiatan selama tiga hari dua malam ini menjadi bagian dari pembinaan kader muda Muhammadiyah.
DIKLATSAR dibuka oleh Komandan KOKAM DIY Rizal Ismail. Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran dan latihan yang dirancang untuk membentuk kader yang disiplin, tangguh, memiliki kemampuan kesiapsiagaan, serta memahami nilai-nilai Muhammadiyah dan KOKAM.
Materi yang diberikan mencakup Ideologi Muhammadiyah, keorganisasian, dan kekokaman. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Peraturan Baris-Berbaris (PBB), lalu lintas, serta bela negara.
Materi lalu lintas disampaikan oleh AKP Marjoko, Kapolsek Kokap, sementara materi bela negara diberikan oleh Babinsa Hargorejo. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan peserta, khususnya mengenai kedisiplinan, keselamatan, ketertiban, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan kader Muhammadiyah.
Selama pelatihan, kedisiplinan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Peserta dibiasakan tepat waktu, menaati aturan, menjaga kebersihan, membangun kekompakan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
PDPM Kulon Progo Herdia Arifudin menegaskan, DIKLATSAR tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis KOKAM. Proses pendidikan juga diarahkan untuk membentuk karakter kader agar memiliki ketangguhan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.
Menurutnya, bekal yang diperoleh selama DIKLATSAR diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat. Kader KOKAM dituntut mampu hadir dan berkontribusi ketika dibutuhkan, sekaligus membawa nilai-nilai kebaikan dalam pengabdiannya.
Rangkaian DIKLATSAR ditutup oleh Komandan Instruktur Budi Prasetyo. Penutupan ditandai dengan pelepasan nametag peserta sebagai simbol berakhirnya masa pendidikan dasar.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengguyuran air kepada seluruh peserta. Pengguyuran menjadi simbol penyegaran sekaligus penanda bahwa seluruh peserta dinyatakan lulus dengan catatan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan latihan.
Berakhirnya DIKLATSAR bukan menjadi akhir proses kaderisasi. Sebaliknya, para peserta diharapkan mampu membawa nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kebersamaan, dan kesiapsiagaan ke dalam kiprah KOKAM serta pengabdian kepada Muhammadiyah dan masyarakat.
