Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MDMC Kulon Progo Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan Melalui Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan

Jumat, 31 Juli 2026 | 09.19 WIB Last Updated 2026-07-31T02:22:29Z


KULON PROGO – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kulon Progo menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan pada Sabtu-Ahad, 18-19 Juli 2026. Kegiatan yang dibuka di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan melalui pembekalan materi dan gladi lapang.

Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Indrayanto, yang hadir dalam pembukaan kegiatan menegaskan pentingnya pelatihan bagi relawan Muhammadiyah. Menurutnya, “Pelatihan ini menjadi sangat penting mengingat Kulon Progo merupakan daerah dengan ancaman dan kejadian bencana tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, kader Muhammadiyah harus lebih siap membangun kesiapsiagaan sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana yang dilakukan”. Ia juga menekankan bahwa sinergi One Muhammadiyah One Respons menjadi kunci dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Sinergi tersebut diperlukan agar seluruh potensi Muhammadiyah dapat bergerak secara terpadu dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pra bencana, saat tanggap darurat, hingga pasca bencana. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kapasitas relawan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Dalam sambutannya saat membuka kegitan, Wakil Ketua PDM Kulon Progo, Drs. H. Subintomo, berharap pelatihan ini dapat mencetak kader-kader Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Mereka diharapkan tidak hanya mampu mempersiapkan diri sendiri, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan mengenai potensi bahaya bencana sehingga siap menghadapinya. “Dengan pelatihan ini harapan kami akan terbuka kader-kader Persyarikatan Muhammadiyah yang paham, mengetahui, dan tanggap terhadap bencana. Mereka diharapkan mampu menyiapkan diri sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai potensi bahaya bencana agar lebih siap dalam menghadapinya,” ungkapnya.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti materi Asessment Bencana dan Data Informasi serta Manajemen Bencana di Aula PDM Kulon Progo. Selanjutnya, panitia dan peserta menuju kawasan Waduk Sermo untuk melanjutkan materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada malam hari. Memasuki hari kedua, Ahad (19/7), kegiatan dilanjutkan dengan gladi bencana di area Waduk Sermo yang berfokus pada penanganan skenario kedaruratan di wilayah perairan. Simulasi tersebut menjadi sarana bagi para relawan untuk mengasah kemampuan asesmen, koordinasi tim, komunikasi, hingga pelaksaan pertolongan pertama sesuai prosedur.

Dalam menutup kegiatan, Ketua MDMC Kulon Progo, Ir. Fikri Syahmunakhwa, S.T., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen MDMC dalam membangun relawan yang memiliki kompetensi, disiplin, dan semangat dalam melayani kemanusiaan. Menurutnya, kemampuan relawan perlu terus diasah melalui pelatihan dan simulasi agar selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ketika terjadi kondisi darurat maupun bencana.

Rangkaian pelatihan ditutup pada Ahad, 19 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB dengan harapan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh. Melalui peningkatan kapasitas relawan secara berkelanjutan, MDMC Kulon Progo berupaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mengoptimalkan peran Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Kulon Progo.

Kontributor: Qothrunada Salsabila