Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Masjid Makmur, Jamaah Penuh Syukur: PCM Galur Belajar dari Jogokariyan

Senin, 24 Agustus 2026 | 13.54 WIB Last Updated 2026-08-24T06:54:30Z

BLEBERAN, 23 Agustus 2026 — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur menggelar Kajian Rutin Takmir Masjid se-Kapanewon Galur pada Ahad Pahing di Masjid Jami’ Bleberan, Minggu (23/8). Kegiatan menghadirkan Ustadz Syuban Rizali Noor, salah satu tim manajemen Masjid Jogokariyan Yogyakarta, sebagai narasumber.


Kajian diikuti para pengurus takmir masjid se-Galur sebagai ruang belajar bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid agar semakin dekat dengan jamaah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Takmir Masjid Jami’ Bleberan, H. Nurudin, SH., MA., menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar melalui aset wakaf berupa puluhan tanah dan sawah. Masjid juga memiliki program Ahad pagi berupa makan bersama setelah Subuh yang menjadi sarana mempererat silaturahmi jamaah.





Mewakili PCM Galur, Dwi Maryanto, S.Pd.I., berharap kajian tersebut dapat memperluas wawasan dan pengalaman para takmir dalam mengembangkan pengelolaan masjid sesuai kondisi dan kebutuhan jamaah di wilayah masing-masing.


Dalam kajiannya, Ustadz Syuban menekankan bahwa memakmurkan masjid perlu diarahkan pada pelayanan dan pemberdayaan jamaah. Masjid harus memiliki wilayah dakwah yang jelas sehingga takmir dapat mengenali kondisi, kebutuhan, serta persoalan masyarakat di sekitarnya. Ia membagikan pengalaman Masjid Jogokariyan yang mengembangkan berbagai program pelayanan jamaah, seperti ATM beras, pengobatan gratis, dukungan ekonomi, hingga bantuan bagi jamaah yang membutuhkan. Menurutnya, dana dan aset masjid merupakan amanah yang perlu dikelola untuk kemaslahatan umat.


“Jangan hanya meniru program Masjid Jogokariyan. Yang perlu ditiru adalah cara pandang pengurus takmir dalam memakmurkan masjid dan melayani jamaah,” pesannya.


Ustadz Syuban juga menekankan pentingnya sinergi antara shalat dan zakat sebagai landasan penguatan fungsi sosial masjid. Karena itu, takmir perlu mengetahui kondisi jamaah, mulai dari kebutuhan ekonomi, kesehatan, hingga pendampingan keagamaan. Kajian ditutup dengan sesi tanya jawab mengenai inovasi pengelolaan masjid, termasuk pengembangan program pinjaman bagi jamaah. Ustadz Syuban menegaskan bahwa setiap program harus dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai syariat.


Melalui Kajian Ahad Pahing, PCM Galur mendorong lahirnya pengelolaan masjid yang semakin aktif melayani jamaah, memperkuat dakwah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Masjid makmur, jamaah bahagia, umat berdaya.