Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

JATAM dan JAGALMU PCM Kokap Resmi Dibentuk, Perkuat Pemberdayaan Petani dan Kompetensi Penyembelihan Halal

Selasa, 25 Agustus 2026 | 17.47 WIB Last Updated 2026-08-25T10:47:24Z


KOKAP – Pengurus Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) dan Jagal Muhammadiyah (JAGALMU) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kokap resmi dibentuk pada Selasa (25/8/2026). Pembentukan berlangsung di Pendopo Guyup Rukun Sermo, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo.

Pembentukan JATAM PCM Kokap dikoordinasikan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kulon Progo dan dibina oleh H. Juremi, S.Pd.I. JATAM dibentuk sebagai wadah pemberdayaan petani Muhammadiyah untuk mengembangkan potensi pertanian di Kapanewon Kokap, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong pengelolaan potensi pertanian sebagai kekayaan umat.

Pengurus JATAM PCM Kokap berasal dari perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kokap. Susunan pengurus terdiri atas Ketua I Singgih Nurcahyo, S.T. (PRM Hargotirto), Ketua II Sukirno, S.Pd. (PRM Hargorejo Selatan), Sekretaris I David Natular (PRM Hargotirto), Sekretaris II Indar Suswandi (PRM Kalirejo), Bendahara I Paijan (PRM Hargorejo Utara), dan Bendahara II Muhali Nurudin, S.Pd. (PRM Hargomulyo).

Pada kesempatan yang sama juga dibentuk Pengurus JAGALMU PCM Kokap. Organisasi ini diarahkan untuk menjalankan program peningkatan kemampuan penyembelihan hewan secara halal serta mengembangkan kegiatan dan jejaring komunitas jagal Muhammadiyah di Kapanewon Kokap.

Susunan pengurus JAGALMU terdiri atas Ketua I Dalijan, A.Ma. (PRM Hargowilis), Ketua II Purwanto (PRM Hargorejo Utara), Sekretaris I Arif Lilo Pambudi (PRM Kalirejo), Sekretaris II Supardi (PRM Hargotirto), Bendahara I Sujadi (PRM Hargorejo Timur), dan Bendahara II Suharno (PRM Hargorejo Utara).

Baik JATAM maupun JAGALMU PCM Kokap berada dalam koordinasi Sri Widada, S.IP., M.M. Dengan terbentuknya kedua komunitas tersebut, MPM PCM Kokap diharapkan semakin mampu mengembangkan potensi warga Muhammadiyah melalui sektor pertanian sekaligus memperkuat kompetensi masyarakat dalam penyembelihan hewan sesuai prinsip syariat Islam.

Pembentukan JATAM dan JAGALMU menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan pemberdayaan Muhammadiyah di tingkat akar rumput, dengan mengoptimalkan potensi ekonomi dan keterampilan warga untuk mendukung kemandirian serta kesejahteraan umat.

Kontributor: Sukiyat