Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MDMC Kulon Progo Turut Sukseskan Rakernas MDMC 2026

Kamis, 17 September 2026 | 10.01 WIB Last Updated 2026-09-17T03:22:19Z

 

SLEMAN  ̶  Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) 2026 pada Jum’at-Ahad (11-13/9/2026) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi: Penguatan Kapasitas Wilayah dalam Manajemen Bencana Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal”, Rakernas menjadi momentum konsolidasi nasional untuk mengevaluasi program sekaligus merumuskan strategi penguatan gerakan kebencanaan Muhammadiyah ke depan.

Dalam pelaksanaan Rakernas 2026, MDMC PDM Kulon Progo turut berpartisipasi bersama perwakilan MDMC dari berbagai daerah di Indonesia. Keikutsertaan tersebut menjadi wujud komitmen MDMC Kulon Progo dalam memperkuat peran dan kontribusi gerakan kemanusiaan serta penanggulangan bencana di lingkungan Persyarikatan.

Pembukaan Rakernas dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua LRB-MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.

Dalam amanatnya, Haedar Nashir menekankan pentingnya membangun kehidupan dan peradaban dengan tetap menjaga kelaestarian alam. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengelola sumber daya alam secara baik. Haedar turut menekankan pentingnya prinsip “membangun tanpa merusak” dalam menghadapi persoalan kebencanaan. Dalam pandangannya, upaya penanggulangan bencana wajib berakar pada kesadaran manusia untuk memperlakukan alam dengan bijak. Karena itu, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk membangun ilmu pengetahuan dan sistem yang mampu memperkuat resiliensi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam amanatnya, Haedar Nashir menekankan pentingnya membangun kehidupan dan peradaban dengan tetap menjaga kelaestarian alam. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia merupakan anugerah yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengelola sumber daya alam secara baik. Haedar turut menekankan pentingnya prinsip “membangun tanpa merusak” dalam menghadapi persoalan kebencanaan. Dalam pandangannya, upaya penanggulangan bencana wajib berakar pada kesadaran manusia untuk memperlakukan alam dengan bijak. Karena itu, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk membangun ilmu pengetahuan dan sistem yang mampu memperkuat resiliensi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Pratikno menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam berbagai bidang kemanusiaan. Muhammadiyah dinilai konsisten hadir dan mengambil peran dalam berbagai situasi yang dihadapi masyarakat dan bangsa, termasuk melalui gerakan kebencanaan yang dijalankan oleh MDMC. Apresiasi tersebut menjadi penguat bagi MDMC untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang semakin efektif dan berkelanjutan.

Ketua LRB-MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa Rakenas menjadi ruang untuk mendengar dan belajar dari berbagai praktik baik manajemen risiko bencana yang telah dilakukan oleh masing-masing wilayah. Praktik tersebut kemudian diharapkan dapat disinergikan menjadi program pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan, Rakernas diisi dengan berbagai agenda, mulai dari diskusi bidang, evaluasi wilayah regional, hingga pembahasan tentang keberlanjutan organisasi. Adapun dalam pembahasan tentang pemanfaatan teknologi, seperti sistem peringatan dini berbasis geospasial, juga menjadi salah satu topik yang dibahas dan disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat.

Bagi MDMC Kulon Progo, keikutsertaan dalam Rakernas 2026 menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus berjuang, memperluas jaringan, serta memperkuat kapasitas dalam menghadapi berbagai risiko bencana. Semangat kolaborasi yang dibangun di tingkat nasional diharapkan dapat semakin menguatkan gerakan kebencanaan Muhammadiyah di tingkat daerah.