
WATES - Persoalan masyarakat yang kian kompleks mendorong ulama, pemerintah, dan organisasi keagamaan di Kulon Progo memperkuat sinergi. Pesan itu mengemuka dalam Silaturahmi dan Pengajian Ulama-Umara Putaran Ke-3 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kulon Progo di Kompleks Pusat Dakwah dan Bisnis Muhammadiyah Kulon Progo, Dalangan, Triharjo, Wates, Rabu (16/9/2026) malam.
Forum tersebut mempertemukan jajaran Pemkab Kulon Progo dengan sejumlah organisasi Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), serta Kantor Kementerian Agama Kulon Progo. Ketua MUI Kulon Progo Muhammad Jumarin menegaskan, kolaborasi ulama dan pemerintah dibutuhkan bukan hanya untuk agenda keagamaan, tetapi juga menjawab persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Organisasi keagamaan tidak tanggung-tanggung dalam membina, mendidik, dan membantu masyarakat Kulon Progo. Mulai dari mencegah kemaksiatan hingga mendukung pengentasan kemiskinan yang menjadi tugas pemerintah daerah,” ujar Jumarin. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo yang menjadi tuan rumah kegiatan rutin tiga bulanan tersebut.
Menurut Jumarin, tantangan masyarakat ke depan akan semakin kompleks sehingga seluruh elemen perlu mengambil peran. Ia mengajak ulama, pemerintah, dan organisasi keagamaan bersama-sama mengayomi masyarakat Kulon Progo yang mayoritas beragama Islam. “Mari kita terus bersama-sama menyukseskan Kulon Progo, terutama mengayomi masyarakat yang mayoritas atau sekitar 85 persen adalah umat Islam. Bahkan dengan semangat rahmatan lil ‘alamin, warga yang nonmuslim pun menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyebut forum ulama-umara memiliki arti penting untuk membangun komunikasi dan saling memahami antara pemerintah dengan tokoh agama. Menurutnya, kepedulian bersama terhadap tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat akan berpengaruh terhadap kondisi daerah. “Kalau kita tidak saling menjelekkan satu sama lain dan peduli dengan tata kelola pemerintahan serta masyarakat, tatanan daerah kita akan semakin baik,” kata Agung.
Bupati berharap silaturahmi tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai persoalan Kulon Progo. Ia sekaligus memohon doa dan restu para ulama agar pemerintahannya mampu menjalankan amanah hingga akhir masa tugas. “Saya memohon doa restu dari Bapak dan Ibu sekalian agar kami diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah ini dengan baik, hingga selesai dengan husnul khatimah,” pungkasnya. Forum Ulama-Umara diharapkan terus menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah dan kekuatan keagamaan untuk memperkuat kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan Kulon Progo.
