Layanan digital berbasis AI ini membantu masyarakat menelusuri putusan, fatwa, dan rujukan keilmuan Tarjih Muhammadiyah secara lebih cepat dan praktis.
YOGYAKARTA – Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam memperluas akses masyarakat terhadap khazanah keilmuan Islam. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengembangkan ChatHPT, sebuah layanan asisten kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk memudahkan pencarian putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah.
Layanan tersebut dapat diakses melalui laman hpt.muhammadiyah.or.id. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seputar persoalan keislaman menggunakan bahasa sehari-hari, kemudian menelusuri jawaban beserta rujukan dokumen yang relevan.
Kehadiran ChatHPT menjadi salah satu upaya Muhammadiyah dalam mendekatkan sumber-sumber keilmuan Tarjih kepada masyarakat. Selama ini, berbagai putusan, fatwa, dan tanya jawab keagamaan telah terdokumentasi dalam buku maupun dokumen digital. Namun, menemukan pembahasan tertentu di antara banyaknya dokumen tersebut membutuhkan waktu dan pengetahuan tentang sumber rujukannya.
Melalui ChatHPT, proses pencarian itu diharapkan menjadi lebih sederhana dan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Memanfaatkan Teknologi untuk Mengakses Khazanah Tarjih
Berdasarkan informasi pada laman resminya, ChatHPT menyediakan akses terhadap 1.153 naskah putusan, fatwa, dan rujukan keilmuan Tarjih, dengan rentang tahun 1998–2026. Basis pengetahuannya juga dilengkapi ribuan konsep dan entitas yang membantu menghubungkan berbagai pembahasan keislaman.
Topik yang dapat ditelusuri mencakup sejumlah bidang, antara lain:
- Ibadah, seperti taharah, salat, puasa, zakat, dan haji.
- Muamalah, termasuk jual beli, wakaf, keuangan, dan persoalan sosial.
- Keluarga, seperti pernikahan, waris, dan pengasuhan anak.
- Akidah dan manhaj Tarjih, yang berkaitan dengan pemahaman keimanan serta metodologi penetapan pandangan keagamaan.
Pengguna tidak harus menguasai istilah fikih untuk memulai pencarian. Pertanyaan dapat disampaikan dengan bahasa yang sederhana, kemudian sistem membantu menemukan dokumen yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Jawaban AI Tetap Harus Merujuk Sumber Asli
Salah satu hal penting dalam penggunaan ChatHPT adalah tersedianya rujukan yang dapat ditelusuri. Pengguna tidak hanya memperoleh penjelasan, tetapi juga dapat mempelajari dokumen yang menjadi dasar jawaban.
Fitur ini penting agar pemahaman keagamaan tidak berhenti pada ringkasan yang dihasilkan teknologi. Masyarakat tetap dapat membaca sumber aslinya, memahami konteks pembahasannya, dan memeriksa dasar keilmuan yang digunakan.
Meski demikian, ChatHPT bukanlah lembaga pemberi fatwa dan jawaban yang dihasilkan AI bukan pengganti putusan resmi Majelis Tarjih dan Tajdid. Karena itu, pengguna perlu memeriksa rujukan yang disertakan, terutama ketika menghadapi persoalan keagamaan yang kompleks atau membutuhkan pertimbangan khusus.
Teknologi berperan sebagai alat bantu pencarian dan pembelajaran, sedangkan otoritas keilmuan tetap bertumpu pada sumber dan mekanisme resmi yang berlaku.
Mendukung Dakwah dan Pendidikan Warga Muhammadiyah
Kehadiran ChatHPT berpotensi membantu berbagai kalangan, mulai dari warga Muhammadiyah, mubalig, guru, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman keislaman.
Bagi mubalig, layanan ini dapat membantu menemukan bahan rujukan ketika menyiapkan kajian, ceramah, atau khutbah. Bagi pendidik dan pelajar, ChatHPT dapat menjadi pintu masuk untuk mempelajari persoalan fikih beserta sumbernya. Sementara itu, masyarakat umum dapat memanfaatkannya untuk mencari penjelasan awal atas pertanyaan keagamaan sehari-hari.
Namun, penggunaan teknologi tetap perlu disertai sikap kritis dan tanggung jawab. Jawaban yang diperoleh sebaiknya tidak langsung disebarluaskan sebagai fatwa tanpa memeriksa sumber dan konteksnya.
Menghidupkan Tradisi Ilmu di Era Digital
Pengembangan ChatHPT menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi sarana untuk memperluas manfaat dokumentasi keilmuan yang telah dihimpun selama bertahun-tahun. Khazanah Tarjih tidak hanya tersimpan dalam buku dan arsip, tetapi juga semakin mudah dijelajahi melalui teknologi.
Bagi Muhammadiyah, langkah ini dapat mendukung dakwah yang berbasis ilmu, memperkuat literasi keagamaan, dan mempermudah masyarakat menemukan rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat yang ingin mencoba layanan ini dapat mengunjungi hpt.muhammadiyah.or.id, memasukkan pertanyaan mengenai persoalan keislaman, kemudian mempelajari jawaban dan sumber rujukan yang tersedia.
Pada akhirnya, kemajuan teknologi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila digunakan untuk mendekatkan masyarakat kepada ilmu. ChatHPT menjadi salah satu ikhtiar untuk membuat khazanah Tarjih Muhammadiyah lebih mudah diakses, dipelajari, dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Laman resmi ChatHPT Muhammadiyah dan Berita Muhammadiyah.
