KULON PROGO — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan rutin Hari Syiar Ber-Muhammadiyah (HSB) Ahad Pertama bulan November pada 1 November 2026 di Masjid Agung Kulon Progo. Kegiatan kali ini dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiah Kulon Progo periode 2026–2030.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran PDM, Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA), pimpinan cabang, ranting, pimpinan ortom, serta pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Kulon Progo.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Kulon Progo, Bapak Drs. H. Subintomo, menyampaikan beberapa arahan strategis kepada seluruh jemaah dan warga persyarikatan yang hadir.
Pelantikan Pengurus KBIHU Aisyiah Periode 2026–2030
Poin utama yang disampaikan dalam sambutan tersebut adalah penguatan kelembagaan melalui pelantikan kepengurusan baru KBIHU Aisyiah Kulon Progo. Beliau menegaskan bahwa KBIHU Aisyiah merupakan satu-satunya kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah resmi milik persyarikatan Muhammadiyah di Kulon Progo yang telah berdiri sejak tahun 2005.
"Walaupun mengusung nama Aisyiah, KBIHU ini memberikan layanan bimbingan ibadah haji dan umrah bagi seluruh warga Muhammadiyah, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu. Kami berharap warga persyarikatan dapat mempercayakan bimbingan ibadahnya melalui lembaga ini," ujar Subintomo.
Ajakan Menyikapi Isu Nasional dengan Akal Sehat dan Hikmah
Menjelang tahun politik dan di tengah pesatnya dinamika hukum-politik nasional, Subintomo menekankan pentingnya warga Muhammadiyah bersikap cerdas dan bijak. Menurutnya, tradisi literasi dan pengajian yang kuat membuat warga Muhammadiyah tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di media sosial maupun media massa.
Beliau memaparkan tiga aspek penting dalam mengambil hikmah atas berbagai peristiwa politik bangsa:
- Penggunaan Akal Sehat: Berpikir kritis, logis, dan objektif dalam membaca situasi nasional.
- Kedekatan Spiritual: Memperbanyak zikir dan doa karena menyadari segala hal terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT.
- Sentuhan Empati Kemanusiaan: Mengedepankan rasa kepedulian terhadap sesama agar setiap tindakan tidak merugikan pihak lain dan senantiasa berorientasi pada amal saleh.
"Orientasi gerakan kita adalah amal saleh, bukan kebencian atau sikap prasangka buruk (su'udzon). Kita ingin senantiasa menjunjung tinggi nilai kemajuan dan kebaikan bersama," tegasnya.
Penguatan Konsolidasi dan Syiar Persyarikatan
Di akhir sambutan, PDM Kulon Progo kembali mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi. Beliau mengimbau seluruh struktur pimpinan cabang, ranting, serta pimpinan AUM untuk terus menggerakkan warga dan karyawannya agar rutin menghadiri HSB di setiap Ahad pertama awal bulan. Kehadiran jemaah dalam jumlah besar di majelis ini dianggap sebagai cerminan semangat kemajuan dan wajah Muhammadiyah di Kabupaten Kulon Progo.
Rangkaian acara HSB 1 November 2026 ini dilanjutkan dengan pembacaan SK Pimpinan Wilayah Aisyiah DIY, pengukuhan pengurus KBIHU Aisyiah Kulon Progo oleh Ketua PDA Kulon Progo Hj. Mardiatun, M.Ag., serta ditutup dengan tausiah pengajian inti oleh Prof. Muchammad Ichsan, Lc., MA., Ph.D.
