Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukoreno kembali menggelar acara Pengajian Rutin Sabtu Pon (Malam Ahad Wage) yang bertempat di Serambi Masjid Nur Huda. Acara keagamaan yang dihadiri oleh ratusan jemaah warga setempat ini diisi dengan penyampaian materi keislaman serta berbagai informasi program organisasi.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PRM Sukoreno, Bapak Muh Alif Kurniawan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para jemaah yang senantiasa istikamah memakmurkan masjid dan menghadiri majelis ilmu.
Pada kesempatan tersebut, Alif turut menyosialisasikan pengadaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah untuk tahun 1448 Hijriah. "Kami dari Muhammadiyah Sukoreno menyediakan pembelian kalender dengan harga pabrik Rp16.000, bersumber dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah," ujarnya. Selain itu, ia juga mengumumkan agenda kegiatan jalan sehat dan senam bersama yang berkolaborasi dengan Yayasan Alhikmah Sukoreno.
Memasuki acara inti, kajian keagamaan dipimpin oleh narasumber utama, Bapak Ustaz Drs. H. Subintomo. Dalam ceramahnya, Ustaz Subintomo memaparkan tema mengenai pentingnya salat tathawwu' atau salat sunah sebagai amalan tambahan sukarela di luar salat wajib lima waktu.
Ia mengingatkan jemaah dengan mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. "Allah SWT dengan kasih sayang-Nya memerintahkan malaikat untuk melihat salat-salat sunah seorang hamba guna menambal atau menutup kekurangan yang ada pada salat wajibnya," jelas Ustaz Subintomo. Tidak hanya sebagai pelengkap, memperbanyak sujud melalui salat sunah juga disebut dapat menghapus dosa, meninggikan derajat, serta menjadi wasilah agar kelak bisa dekat bersama Rasulullah SAW di surga.
Lebih lanjut, narasumber secara khusus mengupas tuntas bab tentang Salat Duha berdasarkan tuntunan yang ada di dalam Tarjih Muhammadiyah. Ia menjelaskan mengenai batasan waktu pengerjaan salat Duha, yakni dimulai sejak matahari berjarak setinggi satu atau dua tombak (sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit) hingga menjelang waktu zawal (sebelum zuhur). Adapun waktu yang paling utama (afdal) untuk menunaikannya adalah saat pasir sudah mulai terasa panas oleh sengatan matahari, atau kira-kira berkisar antara pukul 08.00 hingga 10.00 pagi.
Mengenai jumlah rakaatnya, Ustaz Subintomo menerangkan bahwa batas minimal salat Duha adalah 2 rakaat dan pengerjaannya tidak dibatasi secara kaku karena terdapat riwayat yang menunjukkan variasi pengerjaan mulai dari 4, 6, 8, hingga 12 rakaat sesuai kehendak dan keikhlasan jemaah. Ia menekankan bahwa hanya dengan melaksanakan 2 rakaat salat Duha, seorang muslim sudah bisa memenuhi hak sedekah bagi seluruh (360) persendian yang ada di dalam tubuhnya.
Kajian rutin ini diakhiri dengan sesi doa bersama dan diharapkan dapat memotivasi seluruh warga serta jemaah PRM Sukoreno untuk semakin giat mengamalkan ibadah-ibadah sunah dalam kehidupan sehari-hari.
---

