Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mahasiswa MPAI UAD dan PC IMM Kulon Progo Gelar Pelatihan Tekhnik Vokal dan Irama Imam Masjid

Selasa, 30 Juni 2026 | 11.43 WIB Last Updated 2026-06-30T04:54:10Z

KULON PROGO – Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kulon Progo sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengenalan Irama dan Tahsin Surah Al-Fatihah. Kegiatan yang ditujukan bagi para imam masjid lansia ini digelar di Masjid Umar bin Khatab, Kalikepek, pada Kamis (25/6/2026) malam. Pelatihan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Ini menghadirkan Imam Mars Miasya, mahasiswa MPAI UAD sekaligus Founder Markaz Al-Qur’an Annajmu Tsaqib, sebagai pemateri utama.

Acara dibuka langsung oleh Ketua Penasihat Masjid Umar bin Khatab, Ustadz Yulianto. Ia dalam sambutan mengapresiasi kehadiran program ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan masjid kepada jamaah melalui standarisasi bacaan imam.

(Immawan Adam Kaneka, S.Pd., menyerahkan buku  Tahsin Al-Qur’an)

Ketua Umum PC IMM Kulon Progo, Immawan Adam Kaneka, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Tabligh dan Keislaman (TKK) tahun 2026. "Kerja sama dengan Mahasiswa MPAI UAD ini sangat strategis. Kita tidak hanya memperkuat silaturahmi antarlembaga, tetapi juga memadukan semangat gerakan mahasiswa dengan kedalaman keilmuan akademik rekan-rekan magister," ujar Adam.

Senada dengan Adam, perwakilan mahasiswa MPAI UAD, Lazuardi Jihansyah, S.Pd., menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat. Program ini lahir dari respons terhadap realitas di lapangan. "Kami melihat masih ada imam masjid yang memerlukan pendampingan, terutama dalam aspek fashohah (kefasihan), kelancaran pelafalan ayat, serta pengelolaan dinamika irama saat memimpin salat," ungkap Lazuardi.

Para peserta dibimbing langsung membaca surah Al-Fatihah yang benar. Pemateri mengupas tuntas berbagai kesalahan umum yang sering terjadi dalam pelafalannya. Selain tahsin, para imam lansia juga diperkenalkan dengan tujuh irama dasar tilawatil Qur'an yang lazim digunakan dalam gaya mujawwad yaitu, Bayyati dengan karakter lembut dan lambat, Shaba yang bernuansa ringan namun emosional, Hijaz terdengar lincah dan cepat, Rast identik ringan serta dinamis, Jiharkah berkarakter nada tinggi, Sika pada ciri khas  khidmat dan lembut, dan Nahawand terkenal dengan nuansanya yang melankolis. Pengenalan variasi irama ini diharapkan dapat memperkaya ekspresi bacaan tanpa mengabaikan ketepatan harakat dan kaidah tajwid.

Pelatihan ini mendapat respons yang sangat positif dari pihak mitra. Ustadz Yulianto mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang membuka kesadaran para pengurus masjid. "Saya sangat senang. Ternyata sejauh ini bacaan kita masih jauh dari kata sempurna secara pelafalan. Saya berharap pelatihan ini bisa dirancang secara rutin menjadi program pendampingan," tuturnya di akhir acara.

Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, Bidang Tabligh Kajian Keislmaan PC IMM Kulon Progo menyerahkan buku catatan presensi Tahsin Al-Qur’an kepada takmir masjid. Buku ini diproyeksikan sebagai instrumen kontrol untuk memantau peningkatan kualitas bacaan, khususnya pada Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Masjid Umar bin Khatab.