KULON
PROGO – Magister Pendidikan Agama Islam
(MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kulon Progo sukses menyelenggarakan
Pelatihan Pengenalan Irama dan Tahsin Surah Al-Fatihah. Kegiatan yang ditujukan
bagi para imam masjid lansia ini digelar di Masjid Umar bin Khatab, Kalikepek,
pada Kamis (25/6/2026) malam. Pelatihan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Ini menghadirkan Imam Mars Miasya, mahasiswa MPAI UAD sekaligus Founder
Markaz Al-Qur’an Annajmu Tsaqib, sebagai pemateri utama.
Acara
dibuka langsung oleh Ketua Penasihat Masjid Umar bin Khatab, Ustadz Yulianto. Ia
dalam sambutan mengapresiasi kehadiran program ini sebagai langkah nyata
untuk meningkatkan kualitas pelayanan masjid kepada jamaah melalui standarisasi
bacaan imam.
Ketua
Umum PC IMM Kulon Progo, Immawan Adam Kaneka, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda
ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Tabligh dan Keislaman (TKK)
tahun 2026. "Kerja sama dengan Mahasiswa MPAI UAD ini sangat strategis.
Kita tidak hanya memperkuat silaturahmi antarlembaga, tetapi juga memadukan
semangat gerakan mahasiswa dengan kedalaman keilmuan akademik rekan-rekan
magister," ujar Adam.
Senada
dengan Adam, perwakilan mahasiswa MPAI UAD, Lazuardi Jihansyah, S.Pd.,
menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat. Program
ini lahir dari respons terhadap realitas di lapangan. "Kami melihat masih
ada imam masjid yang memerlukan pendampingan, terutama dalam aspek fashohah
(kefasihan), kelancaran pelafalan ayat, serta pengelolaan dinamika irama saat
memimpin salat," ungkap Lazuardi.
Para
peserta dibimbing langsung membaca surah Al-Fatihah yang benar. Pemateri
mengupas tuntas berbagai kesalahan umum yang sering terjadi dalam pelafalannya.
Selain tahsin, para imam lansia juga diperkenalkan dengan tujuh irama dasar
tilawatil Qur'an yang lazim digunakan dalam gaya mujawwad yaitu, Bayyati
dengan karakter lembut dan lambat, Shaba yang bernuansa ringan namun emosional,
Hijaz terdengar lincah dan cepat, Rast identik ringan serta dinamis, Jiharkah berkarakter
nada tinggi, Sika pada ciri khas khidmat
dan lembut, dan Nahawand terkenal dengan nuansanya yang melankolis. Pengenalan
variasi irama ini diharapkan dapat memperkaya ekspresi bacaan tanpa mengabaikan
ketepatan harakat dan kaidah tajwid.
Pelatihan ini mendapat respons yang sangat positif dari pihak mitra. Ustadz Yulianto mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang membuka kesadaran para pengurus masjid. "Saya sangat senang. Ternyata sejauh ini bacaan kita masih jauh dari kata sempurna secara pelafalan. Saya berharap pelatihan ini bisa dirancang secara rutin menjadi program pendampingan," tuturnya di akhir acara.
Sebagai
bentuk komitmen keberlanjutan, Bidang Tabligh Kajian Keislmaan PC IMM Kulon Progo menyerahkan buku
catatan presensi Tahsin Al-Qur’an kepada takmir masjid. Buku ini diproyeksikan
sebagai instrumen kontrol untuk memantau peningkatan kualitas bacaan, khususnya
pada Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Masjid Umar bin Khatab.


