Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SD Muhammadiyah Ngestiharjo Gelar Review Kurikulum dan Sosialisasi MPLS, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Sekolah BRILIAN

Kamis, 23 Juli 2026 | 12.20 WIB Last Updated 2026-07-23T05:20:35Z

Kulon Progo – SD Muhammadiyah Ngestiharjo menyelenggarakan Review Kurikulum dan Sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi agenda penting untuk menyampaikan arah kebijakan sekolah, memperkuat implementasi kurikulum, sekaligus membangun sinergi antara sekolah, keluarga, Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.


Kegiatan dipimpin oleh Kepala SD Muhammadiyah Ngestiharjo, H. Alip Mulyono, S.Pd., M.S.I., dan dihadiri oleh Pengawas Sekolah Teguh Purwantari, M.Pd., H. Tukidi, M.Pd.I., Ketua Komite Sekolah Agus Sugiyatno yang juga menjabat sebagai Kepala Dukuh Granti, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngestiharjo, Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Ngestiharjo, seluruh wali murid, perwakilan peserta didik, seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Ngestiharjo, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.


Dalam sambutannya, Kepala Sekolah H. Alip Mulyono, S.Pd., M.S.I. menegaskan bahwa perubahan dunia pendidikan yang sangat dinamis menuntut sekolah untuk terus melakukan inovasi. Menurutnya, sekolah tidak cukup hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun karakter, budaya, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, SD Muhammadiyah Ngestiharjo terus mengembangkan berbagai program yang selaras dengan kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat pendidikan khas Muhammadiyah.


Pada kesempatan tersebut, sekolah juga menyosialisasikan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan menguatkan slogan sekaligus branding BRILIAN, yaitu Berkarakter Islami, Berbudaya, dan Peduli Lingkungan. Seluruh peserta, mulai dari guru, tenaga kependidikan, wali murid, hingga tamu undangan, bersama-sama memperagakan Tepuk Visi BRILIAN sebagai bentuk komitmen agar visi sekolah benar-benar dipahami, dihayati, dan dilaksanakan bersama, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.




Dalam sesi review kurikulum dijelaskan bahwa peningkatan mutu akademik tetap menjadi prioritas melalui pembelajaran intrakurikuler yang berkualitas dengan target peningkatan capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA/TKAD). Sekolah menerapkan strategi coaching, pendekatan deep learning, pembelajaran berdiferensiasi, serta asesmen yang berpusat pada peserta didik sehingga proses belajar tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.


Selain pembelajaran intrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler terus dikembangkan sebagai sarana pengembangan bakat, minat, dan prestasi nonakademik. Berbagai kegiatan seperti Hizbul Wathan, olahraga, seni, angklung, marching band, keagamaan, dan berbagai lomba menjadi media pembentukan karakter, kepemimpinan, sportivitas, dan kerja sama.


Pembelajaran kokurikuler juga menjadi kekuatan SD Muhammadiyah Ngestiharjo melalui berbagai pembiasaan positif yang dilaksanakan setiap hari. Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah, dan Peduli Lingkungan) membentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pesantren Pagi Ceria yang meliputi tahsin, tahfiz Al-Qur'an, hafalan Asmaul Husna, lagu Islami, Kemuhammadiyahan, dan Ke-IPM-an menjadi strategi membentuk peserta didik yang religius dan berjiwa pemimpin. Sementara itu, upacara bendera, Senam Ceria, penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta kegiatan public speaking menjadi bagian dari penguatan literasi, numerasi, komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran lintas disiplin ilmu.


Sosialisasi pelaksanaan MPLS disampaikan oleh Maryanti, S.Pd.I., M.S.I. bersama Latifa Auliawati, S.Pd., Gr. selaku guru kelas dan penanggung jawab program MPLS. Mereka menjelaskan bahwa MPLS SD Muhammadiyah Ngestiharjo dilaksanakan dengan konsep MPLS Ramah, yaitu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, aman, bebas dari perundungan, serta membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak selama masa transisi dari pendidikan usia dini menuju sekolah dasar.


Berbagai materi yang akan diberikan selama MPLS turut disampaikan kepada wali murid. Dinas Sosial Kabupaten Kulon Progo akan menghadirkan psikolog untuk melakukan asesmen emosi, bakat, dan minat peserta didik sehingga sekolah memperoleh gambaran awal mengenai karakter setiap anak. PCM Ngestiharjo akan memberikan pengenalan tentang Muhammadiyah, 'Aisyiyah, serta organisasi otonom Muhammadiyah sebagai bagian dari penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Selanjutnya, Kepolisian Sektor Wates akan memberikan edukasi mengenai kedisiplinan, ketertiban berlalu lintas, etika dalam berinteraksi, serta pembentukan Polisi Cilik yang nantinya akan dilibatkan dalam membantu pengaturan lalu lintas di depan sekolah demi menciptakan lingkungan yang aman.


Dalam arahannya, Pengawas Sekolah Teguh Purwantari, M.Pd. mengapresiasi berbagai inovasi SD Muhammadiyah Ngestiharjo yang mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, budaya sekolah, penguatan akademik, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, sekolah yang maju adalah sekolah yang mampu melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra dalam mendidik anak.


Sementara itu, H. Tukidi, M.Pd.I. memberikan penguatan tentang pentingnya membangun budaya sekolah yang religius, disiplin, dan berkarakter sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan. Ketua Komite Sekolah Agus Sugiyatno, yang juga menjabat sebagai Kepala Dukuh Granti, menyampaikan bahwa komite dan masyarakat siap mendukung seluruh program sekolah demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.


Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Komitmen Bersama Stop Bullying. Seluruh peserta membubuhkan cap tangan pada papan komitmen "Stop Bullying" sebagai simbol kesiapan seluruh warga sekolah untuk menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, diskriminasi, dan tindakan yang merugikan anak. Deklarasi tersebut menjadi penegasan bahwa SD Muhammadiyah Ngestiharjo terus berkomitmen menghadirkan sekolah yang aman, ramah anak, serta mampu mewujudkan generasi BRILIAN—Berkarakter Islami, Berbudaya, dan Peduli Lingkungan—yang unggul dalam akademik, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan melalui kolaborasi yang erat dengan keluarga, masyarakat, dan berbagai instansi. Alip.