Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pengajian Sapa Jama’ah PCM Sentolo di Sukoreno Dihadiri Sekitar 600 Jamaah, Infak Terkumpul Rp8 Juta

Minggu, 06 September 2026 | 16.38 WIB Last Updated 2026-09-06T09:38:36Z



Sentolo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sentolo kembali menyelenggarakan Pengajian Sapa Jama’ah Ahad Pagi, Ahad (6/9/2026). Pada pelaksanaan kali ini, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukoreno menjadi tuan rumah kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Fatah, Gembongan, Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo.


Pengajian yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut berlangsung semarak dan dihadiri sekitar 600 jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah, warga sekitar, simpatisan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang sedang melaksanakan pengabdian di wilayah Sentolo.

Hadir sebagai penceramah dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kehadiran tokoh Muhammadiyah tersebut mendapat sambutan antusias dari jamaah yang sejak pagi memenuhi area Masjid Al Fatah. Pengajian mengusung semangat “Menebar Ilmu, Menguatkan Iman, Mencerahkan Peradaban”, sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi jamaah Muhammadiyah di lingkungan Cabang Sentolo.

Ketua PRM Sukoreno, Muh. Alif Kurniawan, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah, panitia, dan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan. Ia menegaskan bahwa Pengajian Sapa Jama’ah tidak hanya menjadi sarana memperoleh ilmu agama, tetapi juga momentum membangun kekuatan dan kemandirian jamaah.

 “Gerakan Muhammadiyah akan semakin kuat apabila jamaah memiliki kesadaran untuk membangun kemandirian bersama. Salah satu jalannya adalah melalui infak. Mungkin nilainya berbeda-beda, tetapi apabila dilakukan secara istiqamah dan berjamaah, insyaallah akan menjadi kekuatan besar untuk menopang dakwah,” ujar Muh. Alif.

Menurutnya, budaya berinfak perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari pendidikan sosial dan spiritual jamaah. Kemandirian gerakan menjadi penting agar berbagai program dakwah dan amal usaha Muhammadiyah dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PCM Sentolo, Drs. H. Kasdiyono, mengajak jamaah untuk memberikan dukungan terhadap rencana pembelian tanah bagi pengembangan kompleks Perguruan Muhammadiyah Sukoreno. Pengadaan lahan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar jangka panjang Muhammadiyah dalam memperkuat sarana pendidikan dan dakwah di wilayah Sukoreno.

 “Pembelian tanah ini bukan semata-mata untuk kepentingan hari ini, tetapi merupakan investasi dakwah dan pendidikan bagi generasi yang akan datang. Kami mengajak seluruh jamaah untuk ikut mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Insyaallah, setiap infak yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir,” ungkap Kasdiyono.

Antusiasme jamaah dalam mendukung gerakan tersebut terlihat dari perolehan infak pada kegiatan pagi itu. Total infak yang berhasil dihimpun mencapai kurang lebih Rp8.000.000. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar Rp3.000.000 infak rutin Pengajian Sapa Jama’ah, sedangkan sekitar Rp5.000.000 dialokasikan untuk mendukung pembelian tanah kompleks Perguruan Muhammadiyah Sukoreno.

Perolehan tersebut menjadi salah satu bukti kuatnya semangat gotong royong dan kedermawanan jamaah Muhammadiyah di Sentolo. Kehadiran ratusan jamaah, termasuk mahasiswa KKN UAD, juga memperlihatkan bahwa pengajian tidak sekadar menjadi forum keagamaan, tetapi sekaligus ruang untuk mempererat hubungan antara Persyarikatan, masyarakat, generasi muda, dan kalangan akademik.

Melalui Pengajian Sapa Jama’ah ini, PCM Sentolo berharap semangat dakwah, silaturahmi, kemandirian ekonomi jamaah, serta penguatan amal usaha Muhammadiyah terus tumbuh. Dari Sukoreno, semangat berjamaah kembali diteguhkan: ilmu menjadi dasar gerakan, iman menjadi kekuatan, dan infak menjadi salah satu jalan nyata membangun peradaban yang berkemajuan.