
Sentolo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sentolo kembali menyelenggarakan Pengajian Sapa Jama’ah Ahad Pagi, Ahad (6/9/2026). Pada pelaksanaan kali ini, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukoreno menjadi tuan rumah kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Fatah, Gembongan, Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo.
Pengajian yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut
berlangsung semarak dan dihadiri sekitar 600 jamaah dari berbagai ranting
Muhammadiyah, warga sekitar, simpatisan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang sedang melaksanakan pengabdian di
wilayah Sentolo.
Hadir sebagai penceramah dr. H. Agus
Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kehadiran
tokoh Muhammadiyah tersebut mendapat sambutan antusias dari jamaah yang sejak
pagi memenuhi area Masjid Al Fatah. Pengajian mengusung semangat “Menebar Ilmu,
Menguatkan Iman, Mencerahkan Peradaban”, sekaligus menjadi ruang silaturahmi
dan konsolidasi jamaah Muhammadiyah di lingkungan Cabang Sentolo.
Ketua PRM Sukoreno, Muh. Alif Kurniawan, M.Pd.I.,
menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah, panitia, dan berbagai pihak yang
turut menyukseskan kegiatan. Ia menegaskan bahwa Pengajian Sapa Jama’ah tidak
hanya menjadi sarana memperoleh ilmu agama, tetapi juga momentum membangun
kekuatan dan kemandirian jamaah.
“Gerakan
Muhammadiyah akan semakin kuat apabila jamaah memiliki kesadaran untuk
membangun kemandirian bersama. Salah satu jalannya adalah melalui infak.
Mungkin nilainya berbeda-beda, tetapi apabila dilakukan secara istiqamah dan
berjamaah, insyaallah akan menjadi kekuatan besar untuk menopang dakwah,” ujar
Muh. Alif.
Menurutnya, budaya berinfak perlu terus
ditumbuhkan sebagai bagian dari pendidikan sosial dan spiritual jamaah.
Kemandirian gerakan menjadi penting agar berbagai program dakwah dan amal usaha
Muhammadiyah dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang semakin luas
kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PCM Sentolo, Drs.
H. Kasdiyono, mengajak jamaah untuk memberikan dukungan terhadap rencana pembelian
tanah bagi pengembangan kompleks Perguruan Muhammadiyah Sukoreno. Pengadaan
lahan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar jangka panjang Muhammadiyah dalam
memperkuat sarana pendidikan dan dakwah di wilayah Sukoreno.
“Pembelian
tanah ini bukan semata-mata untuk kepentingan hari ini, tetapi merupakan
investasi dakwah dan pendidikan bagi generasi yang akan datang. Kami mengajak
seluruh jamaah untuk ikut mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Insyaallah, setiap infak yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang
manfaatnya terus mengalir,” ungkap Kasdiyono.
Antusiasme jamaah dalam mendukung gerakan tersebut
terlihat dari perolehan infak pada kegiatan pagi itu. Total infak yang berhasil
dihimpun mencapai kurang lebih Rp8.000.000. Jumlah tersebut terdiri atas
sekitar Rp3.000.000 infak rutin Pengajian Sapa Jama’ah, sedangkan sekitar Rp5.000.000
dialokasikan untuk mendukung pembelian tanah kompleks Perguruan Muhammadiyah
Sukoreno.
Perolehan tersebut menjadi salah satu bukti
kuatnya semangat gotong royong dan kedermawanan jamaah Muhammadiyah di Sentolo.
Kehadiran ratusan jamaah, termasuk mahasiswa KKN UAD, juga memperlihatkan bahwa
pengajian tidak sekadar menjadi forum keagamaan, tetapi sekaligus ruang untuk
mempererat hubungan antara Persyarikatan, masyarakat, generasi muda, dan
kalangan akademik.
Melalui Pengajian Sapa Jama’ah ini, PCM Sentolo
berharap semangat dakwah, silaturahmi, kemandirian ekonomi jamaah, serta
penguatan amal usaha Muhammadiyah terus tumbuh. Dari Sukoreno, semangat
berjamaah kembali diteguhkan: ilmu menjadi dasar gerakan, iman menjadi
kekuatan, dan infak menjadi salah satu jalan nyata membangun peradaban yang
berkemajuan.
