Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semarak Pengajian Aisyiyah dan HSB Galur, “Bergembira dalam Muhammadiyah, Meneladani Akhlak Nabi”

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21.41 WIB Last Updated 2026-08-30T14:41:31Z


Karangsewu, Galur — Pengajian kombinasi Aisyiyah dan HSB Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur berlangsung semarak di Gedung Serbaguna Balai Kalurahan Karangsewu, Ahad Wage, 30 Agustus 2026, bertepatan dengan 17 Rabiulawal 1448 H.


Kegiatan dihadiri Panewu Anom, unsur Koramil dan Polsek, KUA Galur, Penjabat Lurah Karangsewu, jajaran PCM dan PCA Galur, PRM dan PRA se-Kapanewon Galur, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, serta warga dan simpatisan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Antusiasme jamaah terlihat dari jumlah peserta yang memadati gedung hingga sebagian harus menempati ruang di sekitar lokasi.


Suasana semakin meriah dengan penampilan kelompok angklung ibu-ibu PRA Karangsewu. Panitia juga menghadirkan doorprize, bazar UMKM Aisyiyah, bazar pakaian gratis, pembagian bibit tanaman, serta layanan pengobatan gratis dari Klinik Pratama Aisyiyah Sewugalur.


Ketua PRM Karangsewu, H. Isnandar, S.Th.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran jamaah sekaligus memohon maaf atas keterbatasan tempat. Sementara itu, Panewu Anom Galur, Alif Romdohi, S.STP., mengajak masyarakat memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta menghidupkan nilai itsar, yakni mendahulukan kepentingan orang lain dalam kehidupan bersama.


Kajian utama disampaikan Ustadz Muhammad Novel Habibie, mahasiswa UMY Program Studi Ilmu Sosial dan Politik asal Tegal. Ia membuka kajian dengan permainan ringan untuk membangun suasana interaktif dan mengajak jamaah bergembira menjadi bagian dari Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah dapat dimaknai sebagai gerakan untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kehidupan seorang Muslim perlu dibangun melalui keseimbangan hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.


“Muhammadiyah harus baik hubungannya dengan Allah sekaligus baik hubungan dengan manusia. Spiritual dan sosial harus berjalan bersama,” pesannya.


Ia juga mengangkat kisah Nabi Muhammad SAW dalam memperlakukan seorang Yahudi tua yang pernah mencela beliau. Kisah tersebut menunjukkan bahwa dakwah perlu diwujudkan melalui keteladanan akhlak, kelembutan, dan kasih sayang.


Dalam kajiannya, Ustadz Novel mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagaimana pesan QS. Al-'Ankabut ayat 45. Ia juga mengaitkannya dengan QS. An-Nisa ayat 9 mengenai perhatian terhadap generasi yang lemah. Menurutnya, pembentukan anak yang saleh perlu dimulai dari doa, perhatian terhadap pergaulan dan lingkungan, serta pembiasaan salat. Memasuki momentum Rabiulawal dan Maulid Nabi, jamaah diajak menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.


Pengajian kombinasi Aisyiyah dan HSB PCA-PCM Galur kemudian ditutup dengan ajakan untuk meningkatkan semangat beribadah, memperbaiki hubungan sosial, serta membangun generasi saleh melalui pendidikan, lingkungan yang baik, doa, dan pembiasaan salat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kebersamaan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, yang dipadukan dengan pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan kemasyarakatan di wilayah Galur.

Disusun oleh: Dwi Maryanto
Sekretaris PCM Galur