
Pengasih – SMP Muhammadiyah Al Manar Pengasih menggelar deklarasi dan pembekalan materi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada Sabtu, 18 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula PP Al Manar Muhammadiyah Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui gerakan ini, sekolah berkomitmen membentuk karakter siswa yang disiplin, peduli lingkungan, serta mampu belajar dengan aman dan sehat.
Rangkaian kegiatan di hari terakhir MPLS ini sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Seluruh siswa baru, para guru, dan panitia dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah Al Manar Pengasih mengawalinya dengan jalan sehat bersama di sekitar lingkungan halaman pondok. Setelah olahraga, para peserta berkumpul di aula untuk menerima materi pertama tentang literasi digital yang disampaikan oleh narasumber bernama Raka. Sesi ini membahas etika bermedia sosial, pentingnya melindungi data pribadi, dan cara menghindari perundungan siber (cyberbullying). Usai istirahat dan salat duha berjamaah, acara dilanjutkan ke materi inti mengenai Gerakan Indonesia ASRI.
Untuk mengenalkan gerakan ini secara mendalam, pihak sekolah menghadirkan Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Kulon Progo sekaligus pendiri Eduwisata Preneur SIKASPUK, Sugiyanto, S.E., sebagai pembicara utama pada pukul 09.15 WIB. Sugiyanto, yang juga dikenal sebagai praktisi lingkungan nasional, pernah meraih Juara 3 Lomba Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan Tingkat DIY tahun 2019 dan Juara 2 Lomba Best Practice Penggiat Kampung Berseri Astra (KBA) Tingkat Nasional tahun 2022. Dalam paparannya, ia menjelaskan empat pilar utama sekolah ASRI yang merujuk pada materi presentasi 2026-07-18 SMP Muh Al Manar Pengasih.pptx.
Sugiyanto memaparkan bahwa pilar pertama, yaitu aspek Aman, berfokus pada pencegahan kekerasan fisik maupun psikologis di sekolah. Hal ini diupayakan lewat optimalisasi bimbingan konseling, penyediaan kotak curhat, jaminan keamanan digital, serta pembiasaan budaya senyum, salam, dan sapa (3S). Pilar kedua, yaitu aspek Sehat, menitikberatkan pada penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehari-hari. Mulai dari kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, mengonsumsi jajanan sehat di kantin, olahraga rutin, penggunaan jamban bersih, pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kawasan tanpa asap rokok, hingga pemeriksaan kesehatan berkala.
Selanjutnya, pilar ketiga atau aspek Resik berorientasi pada pengelolaan sampah mandiri di sekolah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Salah satu program yang ditekankan adalah pembentukan Bank Sampah Sekolah dengan jargon "Sampahmu Bernilai, Sekolahku Lestari" untuk melatih siswa memilah sampah sejak dari sumbernya. Sementara pilar keempat, aspek Indah, diwujudkan lewat penataan taman hijau, pemeliharaan kebersihan kelas, edukasi estetika lingkungan, serta pembiasaan budaya antre dan tertib demi kenyamanan proses belajar mengajar.
Program Gerakan Indonesia ASRI ini juga berjalan selaras dengan regulasi pemerintah. Landasan hukumnya mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Bersama 4 Menteri Tahun 2014 tentang Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS/M), serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang melindungi aspek fisik, psikologis, dan digital siswa di sekolah.
Setelah mendengarkan pemaparan materi, para siswa baru langsung mempraktikkan pemahaman mereka lewat pembuatan mading kreatif pada pukul 10.15 WIB. Didampingi panitia IPM, setiap kelompok bekerja sama membuat mading menggunakan kertas manila, kertas lipat, spidol, dan lem. Karya-karya mading ini kemudian dipamerkan bersama sebelum ditempel di ruang kelas masing-masing sebagai pengingat komitmen menjaga budaya sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah.
Kepala SMP Muhammadiyah Al Manar Pengasih, Muhammad Hafidhdin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara ini. Ia menegaskan pihak sekolah berkomitmen penuh menjalankan program kerja Gerakan Indonesia ASRI secara berkelanjutan. Untuk menyukseskan program ini, sekolah akan membuka kerja sama lintas sektor, baik di lingkungan internal Muhammadiyah seperti Majelis Dikdasmen & PNF, Majelis Lingkungan Hidup, Lazismu, dan RSU PKU Muhammadiyah, maupun kemitraan dengan dinas pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kegiatan MPLS ini resmi ditutup pada pukul 11.30 WIB dan diakhiri dengan ibadah salat zuhur berjamaah.
