Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Pimpinan PC IMM Kulon Progo Raih Beasiswa

Senin, 14 September 2026 | 19.13 WIB Last Updated 2026-09-14T13:38:23Z

    Bulan September 2026 menjadi momen penuh berkah bagi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kulon Progo. Dua jajaran pimpinannya berhasil menembus seleksi ketat dan terpilih sebagai penerima beasiswa bergengsi dari Persyarikatan Muhammadiyah. Kedua pimpinan berprestasi tersebut adalah:

  • Laila Latifah (Kabid Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kulon Progo)lLolos sebagai Awardee Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 yang diselenggarakan oleh MPKSDI PP Muhammadiyah.
  • Mochammad Noor Bassam Al Fakhri (Sekbid Hikpol KP dan LH PC IMM Kulon Progo) , terpilih sebagai Penerima Beasiswa Sang Surya Batch 5 dari LAZISMU Wilayah DI Yogyakarta.

    Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 yang diusung MPKSDI PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan LAZISMU merupakan komitmen nyata dalam mencetak kader intelektual berakhlak mulia. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi berkualitas, baik bagi kader aktif organisasi maupun kalangan dhuafa. Tahun ini, persaingan berlangsung sangat kompetitif. Dari sekitar 2.200 pendaftar dari seluruh Indonesia, hanya 356 peserta yang dinyatakan lolos seleksi melalui pengumuman surat elektronik.

    Sementara proses penyerahan Beasiswa Sang Surya Batch 5 berlangsung khidmat pada Jumat, 11 September 2026, pukul 08.00 WIB di Aula PWM DIY. Acara ini dikemas dengan sesi pengajian dan motivasi. Pada periode ini, LAZISMU DIY menyalurkan dana sebesar Rp706.620.000 kepada 66 mahasiswa. Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa tren penerima beasiswa terus meningkat secara signifikan sebagai bukti tumbuhnya kepercayaan public yang mana pada batch 1 sebanyak 9 mahasiswa,  batch 2 : 12 mahasiswa, batch 3: 29 mahasiswa, Batch 4: 45 mahasiswa dan batch 5: 66 mahasiswa. "Khusus penerima Beasiswa Kader, terdapat skema penugasan untuk membantu kegiatan majelis, lembaga, dan pimpinan Muhammadiyah sesuai keahlian bidang masing-masing," jelas Jefree.

    Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada, mengingatkan para awardee agar tidak melupakan napas dasar perjuangan Muhammadiyah. Mengutip rekam jejak KH Ahmad Dahlan dalam mencerdaskan kaum pribumi di era pra-kemerdekaan, Ikhwan menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen untuk melayani sesama. “Sejak awal, Kiai Dahlan mengingatkan diri bahwa Muhammadiyah didirikan untuk memikirkan orang lain,” tegas Ikhwan.

    Keberhasilan Laila dan Bassam menjadi bukti konkret bagi kader muda lainnya bahwa aktif di Organisasi Otonom (Ortom) seperti IMM tidak menghambat studi. Justru, ketekunan berorganisasi membuka peluang beasiswa besar yang mempermudah jalan perkuliahan sekaligus menempa kapasitas kepemimpinan.