Sidareja –
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan
dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, penggunaan gadget yang tidak
terkontrol juga menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi anak dan remaja.
Menyikapi fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan
kegiatan sosialisasi bertema “Mencegah dan Mengatasi Kecanduan Gadget di Era
Digital” bagi masyarakat Sidareja.
Kegiatan ini dilaksanakan di masjid nurul iman dan dihadiri oleh orang tua,
anak, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN
menjelaskan bahwa kecanduan gadget tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik
seperti gangguan penglihatan, postur tubuh yang kurang baik, serta menurunnya
kualitas tidur, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan sosial.
Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung mengalami penurunan
konsentrasi belajar, kurangnya interaksi sosial, hingga risiko terpapar konten
negatif di internet.
Melalui presentasi yang disertai data dan contoh kasus di lingkungan
sekitar, peserta diajak untuk memahami pentingnya pengawasan dan pendampingan
orang tua dalam penggunaan gadget. Mahasiswa KKN juga memberikan beberapa
solusi praktis, seperti menetapkan batasan waktu layar (screen time),
menciptakan zona bebas gadget di rumah, serta mendorong anak untuk mengikuti
kegiatan positif di luar rumah, seperti olahraga atau kegiatan keagamaan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif.
Banyak orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kebiasaan anak yang
sulit lepas dari gawai, terutama untuk bermain game online dan mengakses media
sosial. Mahasiswa KKN pun memberikan pendekatan persuasif yang dapat
diterapkan, seperti membangun komunikasi yang hangat, memberi contoh penggunaan
gadget yang sehat, serta menyusun jadwal harian yang seimbang antara belajar,
bermain, dan beristirahat.
Keberhasilan kegiatan sosialisasi di tingkat masyarakat ini menarik
perhatian pihak sekolah. Mahasiswa KKN kemudian diundang sebagai tamu pengisi
dalam kegiatan edukasi di SMP Negeri 1 Batur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di
aula sekolah dan diikuti oleh siswa-siswi kelas VII, VIII dan IX.
Dalam sesi di sekolah, materi disampaikan dengan metode yang lebih
interaktif dan komunikatif. Siswa diajak untuk melakukan refleksi singkat
mengenai durasi penggunaan gadget mereka setiap hari. Beberapa siswa mengakui
menghabiskan waktu lebih dari lima jam per hari untuk bermain game dan media
sosial. Dari hasil diskusi tersebut, pemateri menekankan pentingnya kesadaran
diri dan pengendalian diri agar teknologi tidak mengganggu prestasi akademik
maupun hubungan sosial.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Batur menyampaikan apresiasi yang tinggi atas
kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada siswa. Dalam sambutannya,
beliau mengatakan:
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa
KKN. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini.
Edukasi tentang kecanduan gadget memang sangat dibutuhkan agar anak-anak kami
bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Kami berharap kegiatan seperti
ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter di
sekolah.”
Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah
merupakan bentuk sinergi positif dalam menghadapi tantangan era digital.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan mahasiswa terasa lebih dekat dengan siswa
karena disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.
Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi di masyarakat Sidareja dan di
lingkungan sekolah, mahasiswa KKN berharap kesadaran tentang pentingnya
penggunaan gadget secara bijak semakin meningkat. Teknologi diharapkan dapat
dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan potensi diri, bukan
menjadi sumber permasalahan yang menghambat tumbuh kembang generasi muda.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada
masyarakat dalam menjawab tantangan sosial yang berkembang di era digital saat
ini. (Hkm)

