Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mahasiswa KKN Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Kecanduan Gadget, Dapat Apresiasi dari SMP Negeri 1 Batur

Senin, 09 Maret 2026 | 22.00 WIB Last Updated 2026-03-09T15:00:11Z

Sidareja – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi anak dan remaja. Menyikapi fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Mencegah dan Mengatasi Kecanduan Gadget di Era Digital” bagi masyarakat Sidareja.

Kegiatan ini dilaksanakan di masjid nurul iman dan dihadiri oleh orang tua, anak, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kecanduan gadget tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik seperti gangguan penglihatan, postur tubuh yang kurang baik, serta menurunnya kualitas tidur, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan sosial. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung mengalami penurunan konsentrasi belajar, kurangnya interaksi sosial, hingga risiko terpapar konten negatif di internet.

Melalui presentasi yang disertai data dan contoh kasus di lingkungan sekitar, peserta diajak untuk memahami pentingnya pengawasan dan pendampingan orang tua dalam penggunaan gadget. Mahasiswa KKN juga memberikan beberapa solusi praktis, seperti menetapkan batasan waktu layar (screen time), menciptakan zona bebas gadget di rumah, serta mendorong anak untuk mengikuti kegiatan positif di luar rumah, seperti olahraga atau kegiatan keagamaan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif. Banyak orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kebiasaan anak yang sulit lepas dari gawai, terutama untuk bermain game online dan mengakses media sosial. Mahasiswa KKN pun memberikan pendekatan persuasif yang dapat diterapkan, seperti membangun komunikasi yang hangat, memberi contoh penggunaan gadget yang sehat, serta menyusun jadwal harian yang seimbang antara belajar, bermain, dan beristirahat.

Keberhasilan kegiatan sosialisasi di tingkat masyarakat ini menarik perhatian pihak sekolah. Mahasiswa KKN kemudian diundang sebagai tamu pengisi dalam kegiatan edukasi di SMP Negeri 1 Batur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh siswa-siswi kelas VII, VIII dan IX.

Dalam sesi di sekolah, materi disampaikan dengan metode yang lebih interaktif dan komunikatif. Siswa diajak untuk melakukan refleksi singkat mengenai durasi penggunaan gadget mereka setiap hari. Beberapa siswa mengakui menghabiskan waktu lebih dari lima jam per hari untuk bermain game dan media sosial. Dari hasil diskusi tersebut, pemateri menekankan pentingnya kesadaran diri dan pengendalian diri agar teknologi tidak mengganggu prestasi akademik maupun hubungan sosial.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Batur menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada siswa. Dalam sambutannya, beliau mengatakan:



“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa KKN. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. Edukasi tentang kecanduan gadget memang sangat dibutuhkan agar anak-anak kami bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter di sekolah.”

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah merupakan bentuk sinergi positif dalam menghadapi tantangan era digital. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan mahasiswa terasa lebih dekat dengan siswa karena disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi di masyarakat Sidareja dan di lingkungan sekolah, mahasiswa KKN berharap kesadaran tentang pentingnya penggunaan gadget secara bijak semakin meningkat. Teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan potensi diri, bukan menjadi sumber permasalahan yang menghambat tumbuh kembang generasi muda.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat dalam menjawab tantangan sosial yang berkembang di era digital saat ini. (Hkm)