Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lestarikan Tradisi Melalui Lifeskill: Siswa SD Muhammadiyah Brosot Belajar Membuat Ketupat

Kamis, 30 April 2026 | 19.28 WIB Last Updated 2026-04-30T12:28:51Z


​KULON PROGO 29 April 2026 – Di tengah gempuran modernitas yang membuat banyak generasi muda asing dengan tradisi lokal, SD Muhammadiyah Brosot mengambil langkah konkret dalam pembelajaran kontekstual. Para siswa terjun langsung belajar seni menganyam ketupat sebagai bagian dari praktik nyata mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBDP).

​Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan sebuah kurikulum pembelajaran riil kehidupan. Dimulai dari sesi latihan dasar hingga puncaknya menjadi komponen penilaian praktik SBDP, para siswa diajak untuk menguasai teknik menganyam janur dari nol.

​Lebih dari Sekadar Anyaman : Menanamkan Karakter dan Nilai Ekonomi

​Pemilihan ketupat sebagai media penilaian bukan tanpa alasan. Sugiyanta, S.Pd.I, selaku Kepala SD Muhammadiyah Brosot, menekankan bahwa pembuatan ketupat mengandung nilai karakter yang kuat :

  1. Ketelitian & Kesabaran : Menyusun helai janur membutuhkan fokus tinggi agar tidak terlepas.
  2. Ketekunan : Siswa belajar untuk konsisten hingga anyaman tertutup sempurna.
  3. ​Nilai Ekonomis : Ketupat memiliki nilai jual, baik dalam bentuk selongsong kosong maupun yang sudah matang, sehingga melatih jiwa kewirausahaan sejak dini.
​"Inilah yang betul-betul dinamakan pembelajaran lifeskill. Anak-anak belajar langsung dari realitas kehidupan. Banyak generasi sekarang yang bahkan tidak tahu cara memulainya, di sinilah sekolah berperan menjembatani kesenjangan tersebut," ujar Sugiyanta.

​Inspirasi dari Pertanyaan Sederhana
​Antusiasme siswa tampak sangat hidup di sela-sela kegiatan. Momen menarik terjadi saat seorang siswa dengan polos bertanya, "Pak, ini nanti bagaimana cara mengisi berasnya ?". Pertanyaan sederhana ini menjadi bukti bahwa praktik langsung membuka ruang ketidaktahuan siswa untuk kemudian diisi dengan pemahaman baru.

​Tak hanya itu, celetukan kreatif pun bermunculan. "Bu, besok kita sekalian masak opor ayam atau kupat tahu ya?" ujar salah satu siswa yang disambut tawa rekan-rekannya. Dari hal yang terlihat sepele, muncul ide-ide segar dan inspirasi yang melampaui teks buku pelajaran.

​Harapan untuk Masa Depan
​Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi kehidupan nyata.

​"Semoga mereka menjadi anak-anak yang luar biasa, yang mampu menghadapi serta menyikapi kehidupan nyata dengan keterampilan yang mereka miliki," tutup Sugiyanta dengan optimis.

​Kontak Media:
Humas SD Muhammadiyah Brosot
Tahun Ajaran 2025/2026